Ini 8 Update Baru Gencatan Senjata Perang AS-Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi bentrok di Timur Tengah secara mengejutkan mereda setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Keputusan krusial ini diambil tepat sebelum tenggat waktu serangan militer besar-besaran berakhir, nan sekarang diikuti dengan komitmen pembukaan kembali jalur perdagangan vital di Selat Hormuz.

Berikut sejumlah perkembangan terbarunya sebagaimana dikutip AFP, Selasa (8/4/2026):

1.Trump Bantu Pemulihan Selat Hormuz

Mengutip laporan AFP, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa negaranya bakal membantu menangani penumpukan lampau lintas kapal di Selat Hormuz. Langkah ini diambil hanya beberapa jam setelah Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan kontak senjata selama empat belas hari ke depan.

"Amerika Serikat bakal membantu mengatasi penumpukan lampau lintas di Selat Hormuz. Akan ada banyak tindakan positif! Uang besar bakal dihasilkan. Iran dapat memulai proses rekonstruksi," tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social pada Rabu, (08/04/2026).

2.Israel Dukung Gencatan Senjata Kecuali di Lebanon

Pemerintah Israel secara resmi menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu. Namun, Tel Aviv menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon, di mana militer Israel tetap terus bertempur melawan golongan Hizbullah nan didukung Iran.

"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menunda serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di area tersebut," bunyi pernyataan resmi dari instansi Perdana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pernyataan Netanyahu tersebut sekaligus menjelaskan pengumuman sebelumnya dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif nan menyebut bahwa kesepakatan tersebut mencakup seluruh wilayah termasuk Lebanon. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan militer Israel tetap terjadi dan menewaskan delapan orang di kota Sidon pada Rabu.

3.Peran China dan Nasib Uranium Iran

Dalam sebuah wawancara telepon, Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa China berkedudukan besar dalam membawa Iran ke meja perundingan. Ia membenarkan adanya keterlibatan Beijing sebagai sekutu utama Teheran dalam memediasi proses gencatan senjata ini.

"Saya mendengar ya," ujar Trump singkat saat ditanya apakah Beijing terlibat dalam membujuk Teheran untuk menegosiasikan gencatan senjata.

Selain urusan diplomasi, Trump juga menjamin bahwa masalah pengayaan uranium Iran telah masuk dalam poin kesepakatan. Ia menegaskan bahwa aspek keamanan nuklir tersebut bakal tertangani dengan baik selama masa gencatan senjata berlangsung.

"Hal itu bakal ditangani dengan sempurna alias saya tidak bakal mencapai kesepakatan," tegas Trump saat ditanya mengenai nasib uranium nan diperkaya oleh Iran.

4.Klaim Kemenangan Mutlak Amerika Serikat

Pihak Gedung Putih melabeli kesepakatan ini sebagai keberhasilan diplomasi nan didorong oleh kekuatan militer. Trump apalagi menyatakan bahwa gencatan senjata ini merupakan corak kelebihan total Amerika Serikat dalam konfrontasi nan terjadi belakangan ini.

"Kemenangan total dan lengkap. 100 persen. Tidak perlu dipertanyakan lagi," kata Trump kepada AFP.

Senada dengan sang presiden, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt memuji keberhasilan tim negosiasi dalam memanfaatkan tekanan militer menjadi solusi diplomatik. Melalui unggahan di media sosial X, dia menyebut kesuksesan militer telah menciptakan daya tawar maksimal.

"Kesuksesan militer kita menciptakan daya tawar maksimal, memungkinkan Presiden Trump dan tim untuk terlibat dalam negosiasi susah nan sekarang telah menciptakan celah bagi solusi diplomatik dan perdamaian jangka panjang," ungkap Leavitt.

5.Diplomasi NATO dan Rencana Perundingan di Islamabad

Menyusul kesepakatan tersebut, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Trump di Washington pada Rabu. Pertemuan ini dilakukan hanya sehari setelah gencatan senjata diumumkan untuk membahas dinamika keamanan dunia terbaru.

"Rutte berencana membahas dinamika keamanan saat ini, termasuk dalam konteks Iran serta perang Rusia nan tetap berjalan di Ukraina," tutur seorang pejabat NATO.

Sementara itu, Iran memandang gencatan senjata ini sebagai sebuah kemenangan dan telah menyetujui pembicaraan lanjutan dengan Washington nan bakal dimulai pada Jumat di Pakistan. Perdana Menteri Sharif nan bertindak sebagai mediator menyatakan bahwa ibu kota Islamabad siap menyambut delegasi kedua negara untuk negosiasi menuju kesepakatan nan konklusif.

6.Syarat 10 Poin dari Teheran

Meskipun gencatan senjata telah dimulai, Iran mengusulkan 10 poin rencana untuk mengakhiri perang secara permanen dengan Amerika Serikat. Pihak Teheran menuntut Washington untuk menerima program pengayaan uranium mereka dan mencabut seluruh hukuman ekonomi nan berlaku.

"Rencana tersebut juga menuntut kendali Iran atas Selat Hormuz, penarikan militer AS dari Timur Tengah, penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya, pembebasan aset Iran nan dibekukan, serta resolusi Dewan Keamanan PBB untuk membikin kesepakatan tersebut mengikat," tulis laporan tersebut mengutip pernyataan resmi Teheran pada Rabu.

7.Rentetan Ledakan Sebelum Gencatan Senjata

Situasi sempat mencekam pada Selasa malam sebelum pengumuman gencatan senjata dilakukan. Lima ledakan terdengar di pusat kota Baghdad, letak di mana Kedutaan Besar AS berada, serta laporan ledakan di Doha, Qatar, dan serangan rudal nan menyasar Uni Emirat Arab.

Layanan darurat Israel juga melaporkan lima orang terluka di Israel utara akibat serangan rudal dari Iran dan roket dari Lebanon pada Selasa. Ketegangan memuncak saat itu lantaran mendekati tenggat waktu tengah malam nan ditetapkan Trump, sebelum akhirnya kesepakatan tercapai satu jam sebelum pemisah waktu berakhir.

Di tengah ketegangan tersebut, Paus Leo XIV sempat memberikan peringatan keras bahwa ancaman kerusakan luas pada sasaran sipil adalah tindakan nan tidak dapat diterima. Hal ini merujuk pada peringatan Trump pada Selasa nan menyatakan bahwa sebuah peradaban bakal hancur jika Iran tidak membuka Selat Hormuz.

8.Update Dampak Konflik: Sinagoge dan Jurnalis AS

Dalam perkembangan lain, militer Israel menyatakan penyesalannya atas kerusakan kolateral nan menimpa sebuah sinagoge di Teheran akibat serangan semalam nan diklaim menargetkan komandan senior Iran. Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa Sinagoge Rafi-Nia di pusat Teheran telah hancur total.

Kabar baik datang dari Irak, di mana golongan bersenjata Kataeb Hizbullah mengumumkan bakal membebaskan wartawan AS, Shelly Kittleson. Kittleson bakal dibebaskan setelah satu minggu disandera sejak diculik di Baghdad.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News