Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggunakan bahasa Inggris saat rapat Zoom selama penerapan Work From Home (WFH) setiap Jumat, mulai 17 April 2026.
Ia menyampaikan, kecakapan para ASN dalam berkata asing dapat mendorong perkembangan pegawai ke tingkat nan lebih profesional.
"Kami mau berlatih dan bersiap untuk menjadi kota internasional, juga wacana WFH agar menjadi lebih produktif. Makanya dipersiapkan betul kecakapan bahasa Inggris," kata Tri Adhianto kepada wartawan, Kamis (16/4).
Agar penerapan penggunaan bahasa Inggris melangkah optimal antara pegawai dan organisasi perangkat wilayah (OPD), Pemkot Bekasi melibatkan perguruan tinggi untuk memberikan penilaian dan pertimbangan kepada OPD dan ASN.
“Kalau memang para universitas siap, mereka nan bakal menjadi juri, sehingga semua kepala dinas mempunyai pemahaman nan sama," ucapnya.
Ia menambahkan, WFH para ASN ini juga bakal dipantau oleh masing-masing dinas. Selain itu, ASN juga dituntut menyusun laporan keahlian harian nan bakal dimasukkan ke dalam sistem E-Kinerja (Ekin). Fungsinya untuk menyelaraskan antara perintah kerja dengan hasil pekerjaan.
“Nanti kami lihat korelasinya antara nan diperintah dengan nan dikerjakan. Sekarang kami coba perintahnya itu dalam bahasa Inggris, one day English,” tuturnya.
Tri menyebut setiap rapat kudu disiapkan, direkam, dan dilaporkan secara berjenjang ke asisten wilayah (asda) dan staf mahir untuk pertimbangan kinerja.
Hasilnya disimpan, dan hanya OPD dengan keahlian terbaik nan bakal dipublikasikan di media sosial resmi Pemkot Bekasi oleh Diskominfo.
Kebijakan ini diharapkan meningkatkan produktivitas ASN selama WFH serta memperkuat kesiapan Bekasi menghadapi dinamika dunia dan menarik investasi internasional.
Penerapan berkata Inggris bagi ASN selama WFH ini juga untuk meningkatkan keahlian bahasa, lantaran saat ini Pemerintah Kota Bekasi terus bekerja sama dengan negara lain dalam beragam aspek, termasuk investasi.
“Kalau kota internasional itu kan semakin banyak orang nan bakal datang. Saat ini investasi dari China misalnya sudah masuk,” ujar Tri.
Selain China, Pemerintah Kota Bekasi telah menjalin kerja sama dengan dua kota dari dua negara lainnya, ialah Izumisano di Jepang dan Seongnam di Korea Selatan.
Ia menilai kerjasama tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah wilayah untuk terus belajar dan menerapkan praktik terbaik dari mitra internasional.
"Ini semakin memotivasi kami untuk terus belajar dan mengimplementasikan hal-hal positif dari kerja sama itu," ucapnya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·