Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,52 persen ke level 7.594,11 pada perdagangan Senin (20/4), setelah sempat menguat di awal sesi.
Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG tetap berpotensi bergerak sideways dalam rentang 7.500-7.700 pada perdagangan Selasa (22/4). Dengan level resistance di 7.700, pivot 7.600, dan support di 7.500.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan tetap sideways pada kisaran 7.500-7.700. Namun jika menembus 7.500, IHSG berpotensi menguji level 7.450-7.480,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Pelemahan IHSG terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran nan kembali memicu kenaikan nilai minyak mentah. Kondisi tersebut memudarkan angan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Seluruh sektor tercatat mengalami koreksi, dengan tekanan terbesar pada sektor properti nan turun 2,04 persen.
Dari sisi domestik, nilai tukar rupiah justru menguat 0,12 persen ke level Rp 17.168 per dolar AS di pasar spot, di tengah pelemahan kebanyakan mata duit Asia lainnya. Kenaikan nilai BBM non-subsidi turut mengurangi tekanan terhadap beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meskipun pemerintah tetap menahan nilai Pertalite dan Pertamax guna menjaga daya beli masyarakat.
Di sektor perbankan, info Bank Indonesia menunjukkan rasio angsuran bermasalah (NPL) properti naik menjadi 3,24 persen pada Februari 2026, dari 2,99 persen pada periode nan sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pertumbuhan angsuran properti tetap tercatat tinggi sebesar 13,7 persen secara tahunan. Phintraco memperkirakan Bank Indonesia belum bakal meningkatkan suku kembang referensi (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur pada Rabu (22/4).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan Selasa (21/4), ialah IMPC, BRMS, TAPG, SMDR, dan DSNG.
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai IHSG tetap didominasi tekanan jual dan berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.
“Kami memperkirakan IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area terdekat di kisaran 7.245-7.527 untuk menutup beberapa gap,” tulis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham, di antaranya MBMA, PTBA, TAPG, VKTR, XPIN.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual suatu instrumen investasi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·