Ibu dari bayi nan nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Saleha, meminta pihak rumah sakit transparan dalam penanganan kasus tersebut.
Menurut Nina, manajemen rumah sakit dinilai tidak transparan sejak awal kejadian. Ia menilai keterangan nan disampaikan pihak RSHS, termasuk oleh jejeran pimpinan, tidak konsisten.
“Perkataannya berbeda-beda dan berbelit-belit. Sedangkan kejadian nan saya lihat ya seperti nan saya jelaskan. Mereka hanya menutup-nutupi saja,” kata Nina di Cihanyir, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Minggu (19/4).
Kekecewaan tersebut semakin bertambah saat dirinya berbareng tim pengacara datang ke rumah sakit untuk meminta klarifikasi. Namun, dia tidak sukses menemui kepala utama dan hanya diterima oleh kuasa hukum.
“Dirut tidak ada, hanya kuasa hukumnya saja nan menjelaskan. Katanya sedang rapat,” katanya.
Tak hanya itu, Nina juga menyebut tidak dapat berjumpa dengan perawat maupun petugas keamanan nan diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Bahkan, permintaan untuk memandang rekaman CCTV sebagai bukti utama juga tidak dipenuhi.
“Meminta CCTV pun kami tidak diberikan,” tegasnya.
Menurut Nina, keterbukaan info dari pihak rumah sakit menjadi kunci untuk mengungkap secara jelas apa nan sebenarnya terjadi. Ia meminta seluruh pihak nan terlibat, termasuk wanita nan sempat membawa bayinya, segera dihadirkan untuk dimintai keterangan.
“Suster, satpam, dan ibu itu kudu dihadirkan dan dikonfirmasi. Termasuk CCTV juga kudu dibuka,” ujarnya.
Nina menegaskan dirinya tidak mau kasus ini berkepanjangan tanpa kejelasan. Ia berambisi ada itikad baik dari pihak rumah sakit untuk bekerja sama dalam proses penyelidikan.
“Harapannya ada titik terang, ada apa sebenarnya di rumah sakit itu. Jangan sampai ditutup-tutupi,” katanya.
Sementara itu, laporan resmi telah diajukan ke Polda Jawa Barat dan turut mendapat perhatian dari Ombudsman Republik Indonesia. Namun hingga saat ini, Nina mengaku belum menerima perkembangan signifikan dari laporan tersebut.
“Belum ada perkembangan, mudah-mudahan segera ada,” ujarnya.
Di tengah proses norma nan berjalan, Nina memastikan kondisi bayinya saat ini dalam keadaan sehat. Ia pun berambisi kasus nan menimpanya bisa segera tuntas dan tidak terulang pada pasien lain.
“Alhamdulillah anak saya sehat,” pungkasnya.
Penjelasan RSHS
Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., Finac., M. Kes, menyampaikan detik-detik dari sisi RSHS, mengenai kasus bayi Nina Saleha nan sempat viral lantaran nyaris dibawa orang tidak dikenal.
Rachim menjelaskan bayi Nyonya NS pertama kali datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS pada 5 April 2026 dengan indikasi kuning di beberapa bagian tubuh. Bayi tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis dan dirawat di ruang NHCU.
“Bayi Nyonya NS telah diberikan penanganan dengan baik sesuai kebutuhannya, dan perawatan selanjutnya dilakukan di NHCU,” kata Rachim dalam pernyataan resminya, Jumat (17/4).
Ia melanjutkan, pada 8 April 2026 kondisi bayi sudah membaik dan direkomendasikan untuk pulang. Pihak rumah sakit kemudian menghubungi Nina untuk proses kepulangan tersebut.
Pada hari nan sama, menurut Rachim, telah terjalin komunikasi antara petugas dengan pihak family untuk edukasi dan identifikasi ulang bayi sebelum diserahkan. Namun, dalam prosesnya terdapat dua bayi nan dijadwalkan pulang dan berada di ruang nan sama.
“Pada saat itu terdapat dua pasangan suami istri nan menunggu kepulangan bayi di ruang NHCU, dan akses ke ruangan tersebut tidak bisa sembarangan,” jelasnya.
Situasi mulai berubah ketika petugas hendak menyerahkan bayi kepada Nina, namun nan berkepentingan disebut tidak berada di tempat. Petugas kemudian menanyakan keberadaan ibu bayi kepada salah satu orang tua pasien lain di ruangan tersebut.
“Disampaikan bahwa Nyonya NS sedang meninggalkan ruangan NHCU,” kata Rachim.
Dalam kondisi tersebut, petugas kudu memenuhi kebutuhan bayi nan sudah waktunya mendapatkan asupan susu. Di saat bersamaan, petugas disebut terdistraksi oleh pertanyaan dari family pasien lain.
“Sehingga menyebabkan petugas kami menyerahkan bayi NS kepada ibu dari pasien nan lain,” ungkapnya.
Namun, menurut Rachim, situasi itu tidak berjalan lama. Petugas segera mengambil kembali bayi tersebut sebelum sempat diberikan susu, lampau mengembalikannya kepada ibu kandungnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·