Hunian Layak Tersedia, Senyum Penyintas di Bener Meriah Kembali Hadir

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di kediaman sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Kartini tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat berjumpa Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di kediaman sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin (20/4) sore.

Ingatannya kembali ke masa dua bulan lampau saat pertama kali berjumpa dengan Tito dalam suasana nan diselimuti rasa kalut, usai kehilangan suaminya nan hanyut lantaran musibah hidrometeorologi di Bener Meriah akhir November 2025 lalu.

"Waktu itu saya cerita, dan Pak Tito tahu, saya kehilangan suami saya. Suami saya hanyut, saya bingung, gimana ini anak-anak saya. Waktu itu Pak Tito bilang bakal secepatnya bangunkan huntara, agar saya dan anak-anak tinggal (di hunian) layak," kata Kartini saat diwawancarai di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Aceh, Senin (20/4/2026).

Sore itu, Kartini dengan wajah sayu memberanikan diri menerobos sekumpulan penyintas musibah untuk menghampiri Tito nan sedang meninjau kondisi huntara Desa Tunyang. Ia bercerita jika kondisi dirinya dan dua anaknya saat ini sudah jauh lebih baik setelah tinggal di huntara.

"Saya hanya mau mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan huntara. Jujur sangat meredakan (kesulitan hidup) kami daripada waktu di tenda," kata Kartini.

Dalam pertemuan nan singkat itu, Kartini sempat bercerita kepada Tito jika keadaan dirinya dua bulan lalu, sewaktu tetap dibayangi kekalutan tinggal di tenda darurat. Sejurus kemudian, tanpa waktu lama Tito menyadari jika wanita nan di hadapannya adalah penyintas musibah nan pernah meluapkan kegelisahan nasib anaknya setelah suaminya meninggal.

"Beliau langsung tahu saya, begitu saya bilang 'saya Kartini'. Beliau langsung tanya gimana berita anak-anak saya. Pak Tito tetap ingat betul, waktu pertama kali menemui saya dan anak-anak di tenda. Saya jawab kondisi kami baik," kata Kartini.

Ibu dua anak itu mengaku asa untuk memperbaiki hidup kembali bangkit usai mendengar dari Tito bahwa pemerintah bakal segera membangun kediaman tetap (huntap) untuk penyintas musibah di Bener Meriah. Sebab, kendati tinggal di huntara relatif nyaman, Kartini mau menata hidup berbareng dua anaknya di huntap.

"Tapi saya mau berterima kasih kepada Pak Tito setelah membantu kami. Kami sangat senang tinggal di huntara, kondisi kami sudah membaik," kata Kartini.

Sementara saat meninjau huntara di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Tito mengungkapkan kondisi penyintas musibah di Desa Tunyang sudah jauh lebih membaik daripada dua bulan lalu, seiring dengan rampungnya pembangunan huntara nan dilengkapi akomodasi publik nan memadai berupa sanitasi, tempat bermain anak, akomodasi olahraga, aula dan masjid untuk aktivitas masyarakat.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di kediaman sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. Kemendagri

"Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak memandang nan seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lampau datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa," kata Tito usai meninjau letak huntara Desa Tunyang, Timang Gajah, Bener Meriah, Senin (20/4).

Sebagai langkah lanjutan, Tito mengatakan bakal memastikan jenis support segera tersalurkan, nan terdiri dari support agunan hidup (jadup) senilai Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan. Sementara itu, ada juga support isi kediaman senilai Rp3 juta dan support ekonomi senilai Rp5 juta per kepala keluarga.

Bantuan jadup, isi kediaman dan stimulan ekonomi merupakan salah satu skema support pascabencana nan diberikan untuk menjamin keberlangsungan hidup penyintas musibah selama menanti kediaman tetap (huntap) rampung dibangun.

Lebih lanjut, Tito juga mengingatkan jejeran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mempercepat dan melengkapi pendataan penerima huntap. Sebab, terdapat dua model pembangunan huntap nan perlu divalidasi, ialah huntap in-situ alias di letak semula dan huntap komunal dalam satu komplek.

"Jadi saya memerlukan info itu secepat mungkin. Nanti tolong (mereka) didatangi, Bapak Bupati (Bener Meriah Tagore Abubakar), apa pilihan dari warga-warga," kata Tito.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan