Jemaah haji asal Indonesia nan tengah berada di Madinah boleh berbahagia. Hotel nan ditempati para jemaah tahun ini, sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Paling dekat berjarak 50 meter, sementara terjauh 700 meter saja.
Dengan begitu, jemaah dapat ke Masjid Nabawi hanya dengan melangkah kaki.
Pada musim haji tahun ini, seluruh akomodasi jemaah dipastikan berada di area strategis Markaziyah alias berada di dalam area Ring Road, nan merupakan area paling dekat dengan Masjid Nabawi.
Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah Dr Zaenal Muttaqin, menjelaskan total terdapat 118 hotel nan telah disiapkan untuk melayani jemaah. Hotel-hotel tersebut tersebar di tiga wilayah utama nan dikoordinasikan oleh lima sektor.
“Kawasan Markaziyah dibagi menjadi tiga wilayah ialah area Syamaliah, Ghorbiah dan Janubiah,” ucapnya dikutip Kamis (23/4).
Kawasan Syamaliah meliputi Sektor 1 (22 hotel) dan Sektor 2 (23 hotel). Kawasan Ghorbiah dikelola Sektor 3 (24 hotel) dan Sektor 4 (26 hotel). Sedangkan Kawasan Janubiah dikoordinir Sektor 5 (22 hotel).
"Kawasan ini menjadi sasaran nyaris semua negara. Alhamdulillah, Indonesia sukses mendapatkan letak tersebut sehingga jaraknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi," ujar Zaenal.
Lokasi hotel jemaah Indonesia tahun ini tergolong sangat istimewa. Jika dirata-ratakan, jarak 118 hotel tersebut hanya berkisar 500 meter dari Masjid Nabawi.
Kondisi ini tentu memudahkan jemaah untuk menjalankan ibadah sunah, termasuk melaksanakan Arba'in alias salat berjemaah 40 waktu berturut-turut selama sembilan hari masa tinggal di Madinah.
Meskipun letak hotel sangat strategis, Zaenal memberikan catatan mengenai pengaturan kamar. Hal ini lantaran kapabilitas tiap hotel berbeda, sehingga ada kemungkinan jemaah dalam satu golongan terbang (kloter) kudu terpisah di hotel nan berbeda.
"Kami berupaya agar meskipun terpaksa pisah hotel, jemaah tetap dalam satu regu alias rombongan dan lokasinya berdekatan. Ini dilakukan agar tidak ada sisa bilik nan kosong, lantaran bisa menimbulkan kerugian negara. Kami minta kearifan jemaah untuk memahami kondisi ini," jelasnya.
Fasilitas nan disediakan pun cukup apik. Zaenal menyebut ada jemaah reguler nan memungkinkan mendapatkan akomodasi setara hotel bintang empat hingga bintang lima.
Pasalnya ada sejumlah hotel nan stratifikasinya di atas bintang tiga namun ditempati oleh jemaah reguler.
Dari aspek kapasitas, setiap bilik diisi oleh tiga hingga lima orang jemaah, menyesuaikan jumlah tempat tidur. Kondisi kasur dan bilik mandi dipastikan dalam standar nan nyaman dan layak. Termasuk kesetaraan jasa lantaran semua bakal mendapatkan standar nan sama, mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga agenda ziarah.
"Intinya, jasa akomodasi ini sangat vital. Kami mau jemaah merasa nyaman namun tetap konsentrasi pada tujuan utama, ialah beribadah," pungkas Zaenal.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·