
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bakal memperketat pemantauan konsumsi BBM subsidi, pasca kenaikan BBM non subsidi beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan pengawasan diperketat untuk mengantisipasi peralihan konsumsi BBM masyarakat, nan sebelumnya menggunakan non subsidi menjadi subsidi ketika penyesuaian nilai nan dilakukan oleh Badan Usaha.
"Jangan lantaran nilai BBM RON 95 ke atas naik, tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu mengambil kewenangan kerabat kita nan berkuasa menerima. Pengawasnya ketat," ujarnya saat ditemui usai Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).
Bahlil mengatakan, salah satu kebijakan pengetatan pengawasan konsumsi BBM subsidi saat ini adalah dengan membatasi pembelian maksimal 50 liter per hari. Angka tersebut diambil dari pra kiraan konsumsi harian masyarakat, bukan ukuran industri.
"Waktu di Seoul di Korea, saya menyampaikan bahwa BBM-nya itu bakal diberikan per hari 50 liter. 50 liter itu kan tangki sudah penuh itu, sudah 300 kilometer Lebih lah. Sebagai mantan pengemudi angkot, itu pengalaman saya," tambahnya.
Sementara untuk kendaraan roda 2, Bahlil mengatakan hingga saat ini belum ada patokan untuk pembelian BBM konsumsi. Karena dianggap kapabilitas tangki motor tidak terlalu besar untuk menyedot BBM subsidi.
"Untuk motor sampai dengan sekarang adinda mau isi berapa saja tidak apa-apa," tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·