Harga komoditas dunia bervariasi di tengah ketegangan geopolitik dan sentimen pasar pada penutupan perdagangan Selasa (14/4). Batu bara tetap memperkuat di atas USD 130 per ton terdorong bentrok di Timur Tengah, sementara nikel dan timah kompak menguat. Di sisi lain, nilai minyak sawit justru melemah tertekan penguatan mata duit dan tren minyak nabati global.
Batu Bara
Mengutip Tradingeconomics, nilai berjangka pengiriman batu bara termal dari Australia berada di atas USD 130 per ton pada bulan April, mempertahankan sebagian besar lonjakan dari bulan Maret lantaran pecahnya perang di Timur Tengah memicu kekurangan komoditas energi, nan menguntungkan pengganti batu bara.
“Perang di Teluk Persia mendorong pasukan Iran untuk menyerang kapal tanker nan membawa gas alam cair dan gas minyak cair nan melintasi jalur sempit Hormuz. Pasokan dari area tersebut semakin terganggu lantaran akomodasi pengolahan gas alam utama di Qatar terkena serangan,” tulis Tradingeconomics.
Perkembangan ini menghilangkan sebagian besar bahan baku untuk pembangkit listrik tenaga gas di Asia, termasuk Jepang dan Korea, nan merupakan konsumen utama batu bara termal Australia kelas atas dari pelabuhan Newcastle.
Fasilitas nan memadai dari dua ekonomi besar tersebut mendorong peralihan gas ke batu bara untuk pembangkit listrik, tidak seperti China dan India, nan mempunyai kapabilitas lebih stabil dan biasanya menawar batu bara termal kelas rendah.
CPO
Sementara itu, berasas info Tradingeconomics, nilai minyak sawit berjangka Malaysia berfluktuasi di bawah MYR 4.500 per ton. Angka ini turun setelah kenaikan baru-baru ini lantaran penguatan ringgit dan pelemahan nilai minyak nabati di Dalian dan Chicago membebani sentimen pasar.
Nikel
Di sisi lain, nilai nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Selasa (14/4). Harga nikel berasas London Metal Exchange (LME) melesat 2,87 persen menjadi USD 18.206 per ton.
Timah
Kemudian, nilai timah juga terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga timah berasas situs London Metal Exchange (LME) menguat 4,29 persen dan berada di USD 50.331 per ton.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·