Garuda Indonesia Catat Penurunan Rugi Jadi Rp 715 Miliar di Kuartal I 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan perbaikan keahlian pada kuartal I 2026. Rugi bersih tercatat menurun 45,19 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi USD 41,62 juta alias sekitar Rp 715 miliar (kurs Rp 17.181 per dolar AS), dari periode nan sama tahun sebelumnya USD 75,93 juta.

Berdasarkan laporan finansial perseroan, Kamis (23/4), penurunan kerugian sejalan dengan pendapatan konsolidasi nan tercatat sebesar USD 762,35 juta, tumbuh 5,36 persen (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan permintaan penumpang, perbaikan yield, serta tren positif pendapatan.

Dari sisi profitabilitas operasional, untung operasi segmen meningkat menjadi USD 49,13 juta, dibandingkan USD 5,20 juta pada kuartal I 2025.

video story embed

Sebelumnya dalam paparan keahlian full year 2025, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa seiring berlanjutnya langkah optimasi perangkat produksi, jumlah pesawat operasional grup meningkat menjadi sedikitnya 99 unit pada akhir 2025, dari sekitar 84 unit pada pertengahan tahun nan sama.

Di sisi lain, keahlian anak upaya GMF Aero Asia juga mencatatkan kontribusi positif di sepanjang tahun 2025, nan membukukan pendapatan sebesar USD 491,9 juta alias tumbuh 16,8 persen (yoy), dengan untung perusahaan meningkat 26,3 persen (yoy) menjadi USD 33,9 juta. Dari sisi neraca, total aset naik signifikan menjadi USD 813 juta, sementara struktur permodalan sukses berbalik positif dengan ekuitas mencapai USD 114,6 juta.

Pada periode puncak Lebaran, Citilink mencatat rekor volume penumpang harian tertinggi sepanjang sejarah, mencapai sekitar 48.000 penumpang. Capaian ini menegaskan peningkatan utilisasi kapabilitas pascareaktivasi armada serta keahlian Grup dalam menangkap lonjakan permintaan berbasis seasonality.

"Ke depan, melalui eksekusi transformasi nan konsisten, support pemegang saham, serta penguatan kemitraan strategis di tingkat global, Garuda Indonesia optimistis dapat mempercepat langkah menuju fase turnaround yang lebih solid, sekaligus memperkuat perannya sebagai national flag carrier nan kompetitif, adaptif terhadap dinamika industri penerbangan global, serta bisa menghadirkan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan