Dirut Bank Mandiri Ungkap Tantangan Perbankan di 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |21:18 WIB

Dirut Bank Mandiri Ungkap Tantangan Perbankan di 2026

Bank Mandiri (Foto: Okezone)

JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan memaparkan sejumlah tantangan krusial nan membayangi industri perbankan nasional di sisa tahun 2026. Ketidakpastian dunia nan dipicu eskalasi geopolitik serta dinamika ekonomi domestik menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas keahlian perseroan.

Dalam konvensi pers keahlian kuartal I 2026, Riduan menjelaskan bahwa situasi dunia tetap berisiko mengganggu rantai pasok dan memicu volatilitas nilai komoditas. Hal ini secara tidak langsung menekan pasar keuangan, baik di level regional maupun nasional.

“Paling utama adalah ketidakpastian dunia dan situasi domestik akibat dari pengaruh dunia dan maupun kondisi internal dari Indonesia. Kemudian dinamika suku kembang serta kualitas angsuran pada sektor-sektor nan sensitif terhadap perlambatan ekonomi,” kata Riduan dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri, Selasa (21/4/2026).

Dari sisi internal, Bank Mandiri mencermati adanya tekanan pada nilai daya serta potensi pelemahan daya beli masyarakat. Kondisi ini diwaspadai lantaran dapat memengaruhi profil akibat debitur, terutama mereka nan bergerak di sektor komoditas nan sensitif terhadap perubahan nilai global.

Selain itu, arah kebijakan suku kembang tetap menjadi variabel nan penuh ketidakpastian lantaran sangat berjuntai pada stabilitas nilai tukar serta laju inflasi.

Untuk memitigasi beragam akibat tersebut, Riduan menegaskan bahwa Bank Mandiri bakal menempuh langkah preventif melalui penyaluran angsuran nan lebih selektif dan penguatan ekosistem digital.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com