Jakarta, CNN Indonesia --
Beberapa waktu terakhir bumi politik di Indonesia diwarnai pemberitaan rekomendasi pembatasan masa kedudukan ketua umum partai politik (parpol).
Hal itu bermulai dari hasil laporan Direktorat Monitoring KPK 2025 nan merekomendasikan perbaikan tata kelola partai politik, salah satunya dengan mengusulkan pembatasan masa kedudukan ketua umum menjadi hanya dua periode.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan itu merupakan satu dari total 16 rekomendasi KPK dalam tata kelola partai, mulai dari kaderisasi, pendidikan politik, pengkandidatan, laporan keuangan, hingga regenerasi kepemimpinan.
"Untuk memastikan berjalannya kaderisasi perlu pengaturan pemisah kepemimpinan ketua umum partai menjadi maksimal 2 kali periode masa kepengurusan," demikian dikutip dari laporan tersebut.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengamini hingga saat ini kebanyakan partai di Indonesia menghadapi masalah suksesi kepemimpinan. Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta itu menyebut di antara partai politik besar, hanya Golkar dan PKS nan mempunyai transisi kepimpinan sejauh ini.
"Di luar itu saya kira terjadi proses kemandekan pendemokrasian internal partai. Ya PKS dan Golkar pun proses pemilihannya juga mengalami penurunan ya kualitas pemilihannya," kata Burhanuddin, Kamis (23/4).
Meski begitu, undang-undang hingga saat ini tak membatasi masa kedudukan ketua umum partai politik. Suksesi kepemimpinan sepenuhnya merupakan kewenangan internal.
Oleh lantaran itu, kebanyakan partai di DPR menolak usulan KPK. Mereka ialah PDIP, PKB, Demokrat, PAN, hingga Nasdem. Sedangkan PKS dan Golkar mendukung, dan satu sisanya, Gerindra, belum berkomentar.
Lalu, apa saja daftar ketua umum partai di DPR dengan kedudukan terpanjang hingga saat ini. Berikut daftarnya:
Megawati Soekarnoputri (33 tahun)
Megawati telah menjabat ketua umum PDIP selama 33 tahun, termasuk saat tetap berjulukan PDI pada 1993, saat dia kali pertama terpilih. Menjadi simbol perlawanan terhadap Orde Baru (Orba) nan tetap dipegang Presiden kedua RI Soeharto, Megawati setelah praktis tak tergantikan.
Pada 1996-1999, saat peristiwa Kudatuli [Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli] lewat penyerangan ke instansi PDI di Jalan Diponegoro 58, terjadi dualisme dengan kepemimpinan PDI di bawah Soerjadi nan didukung rezim Orba. Sementara itu, kala itu Mega tetap mendapat support kader dan akar rumput.
Hingga kini, Megawati telah terpilih secara aklamasi dalam enam kali kongres partai. Masing-masing pada 1993 saat tetap berjulukan PDI. Kemudian bersambung pada Kongres I Semarang (2000), Kongres II Bali (2005), Kongres III 2010, Kongres IV Bali (2015), Kongres V Bali (2019), dan Kongres VI Bali (2025).
Dengan masa kedudukan itu, Megawati juga telah tercatat sebagai ketua umum partai dengan masa kedudukan terpanjang.
Muhaimin Iskandar (21 tahun)
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar namalain Cak Imin telah menduduki posisi itu selama 21 tahun sejak 25 Mei 2005.
Cak Imin terpilih dalam empat kali muktamar, masing-masing pada Muktamar III 2005 (menggantikan Dimyati Qanun), dilanjutkan Muktamar IV 2010, V 2015, dan VI 2024
Pada 2007-2008, Cak Imin sempat terlibat perseteruan dengan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) via Muktamar Luar Biasa (MLB) Ancol nan kala itu menjabat Dewan Syuro PKB.
Namun, dia menolak mundur dan mempertahankan posisinya dengan mendepak Yenny Wahid (putri Gus Dur) dari bangku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB. Dia juga mencopot Gus Dur dari Ketua Dewan Syuro dengan KH Aziz Mansyur. Mahkamah Agung (MA) kemudian mengakui kubu Cak Imin untuk kepengurusan PKB.
Surya Paloh (15 tahun)
Surya Paloh telah menjadi ketua umum Partai Nasdem sejak partai itu dirikan pada 2011 hingga saat ini.
Dia terpilih dalam tiga kali kongres secara aklamasi, nan digelar dua tahun pendirian partai. Masing-masing pada 2013, 2018, dan 2023.
Beberapa waktu terakhir, NasDemtengah didera rumor penggabungan dengan Partai Gerindra usai sejumlah pentolannya pindah ke PSI nan dipimpin anak Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.
Kaesang adalah adik bungsu dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Prabowo Subianto (12 tahun)
Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto memang lekat dengan bangku kepemimpinan Gerindra. Saat ini dia adalah Ketua Umum cum Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Namun, Prabowo bukanlah ketua umum pertama Gerindra sejak partai itu didirikan jelang Pemilu 2009 pada 2008 silam. Kelahiran Gerindra yang juga tak lepas dari tangan Prabowo dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo, itu dipimpin eks Dekan Fakultas Kehutanan UGM Suhardi. Suhardi kemudian wafat pada Agustus 2014, dan selang beberapa waktu kemudian Prabowo menjadi ketua umum partai tersebut hingga kini.
Prabowo terpilih dalam empat kali kongres secara aklamasi, masing-masing pada Kongres I 2014, Kongres II 2015, III 2020, dan KLB 2025 (periode 2025-2030).
Pada 2025, KLB Hambalang mengukuhkan ulang Prabowo usai kemenangannya di Pilpres 2024.
Yusril Ihza Mahendra (16 tahun)
Di luar empat nama itu, ada nama mantan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra. Yusril menjadi ketua umum terlama setelah Cak Imin, ialah 16 tahun, sejak partai itu didirikan pada 1998.
Yusril kemudian mundur pada 18 Mei 2024. Keputusan ini disampaikan dalam sidang Musyawarah Dewan Partai (MDP) di Jakarta, dengan argumen perlunya regenerasi.
(thr/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·