Mantan Presiden Tetangga RI Akan Diadili, Ini Dosa-dosanya Kata Hakim

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bakal diadili di Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ ICC). Namun, tanggal dimulainya persidangan belum ditetapkan.

Para pengadil ICC mendakwa Duterte atas sejumlah kejahatan terhadap kemanusiaan saat dia menjabat pada periode tahun 2016-2022.

Panel nan terdiri dari 3 pengadil sepakat ada argumen kuat untuk meyakini Duterte bertanggung jawab atas puluhan pembunuhan, pertama sebagai walikota kota Davao di Filipina selatan dan saat menjabat sebagai presiden.

Para pengadil menyebut ada bukti Duterte "mengembangkan, menyebarluaskan, dan menerapkan" kebijakan "untuk 'menetralisir' terduga pelaku kriminal."

Masih melansir CNN International, jaksa, polisi dan personil regu pembunuh penghasilan mengaku melakukan puluhan pembunuhan atas perintah Duterte mulai tahun 2011, dengan motivasi berupa janji duit alias untuk menghindari menjadi sasaran bagi orang lain.

Ditambahkan, jumlah korban jiwa selama masa kepresidenan Duterte bervariasi, lebih dari 6.000 orang seperti dilaporkan kepolisian nasional hingga 30.000 nan diklaim oleh golongan kewenangan asasi manusia.

Terpisah, Pengacara utama Duterte Nick Kaufman kepada Associated Press menyampaikan kekecewaannya atas keputusan tersebut, menyebutnya, "didasarkan pada pernyataan nan tidak didukung bukti dari para pembunuh sadis nan mengaku bersalah dan bertindak sebagai saksi nan bekerja sama."

Sebelumnya, Duterte ditangkap begitu mendarat di airport internasional Manila setelah perjalanan singkat ke Hong Kong pada Maret 2025 lalu.

Melansir CNN International, Duterte ditangkap berasas surat perintah ICC atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Duterte lampau diterbangkan ke Den Haag, Belanda, tempat ICC. Dia sendiri  membantah tuduhan nan dilontarkan kepadanya.

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News