Buntut Pernyataan 'Ulama dan Narkoba' Bikin Habib Aboe Minta Maaf

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi usai diperiksa MKD DPR mengenai pernyataan ustadz dan pesantren Madura di pusaran narkoba pada Selasa (14/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi dipanggil Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Jakarta, Selasa (14/4). Habib Aboe tiba sekitar pukul 12.15 WIB.

MKD memanggil Habib Aboe untuk diperiksa mengenai pernyataannya soal ustadz dan pesantren terlibat dalam pusaran narkoba di Madura.

Pernyataan itu Habib Aboe lontarkan saat rapat dengar pendapat berbareng Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, dan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, tentang RUU Narkotika dan Psikotropika di DPR, Selasa (7/4).

Saat itu, Habib Aboe meminta BNN dan Polri agar memperkuat kerja sama dengan wilayah untuk memberantas narkoba. Ia pun mencontohkan Madura, di mana menurutnya ada ustadz dan pesantren nan ikut terlibat upaya narkoba.

​“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ustadz sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek betul tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa?,” ucap Habib Aboe.

“Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” tambahnya.

Ia mengaku tak tendensius saat melontarkan pernyataan itu. Habib Aboe mengaku hanya merasa khawatir.

“Saya cemas nan bermain ya nan punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, alias pebisnis-pebisnis besar,” ucap Habib Aboe.

“Kita kudu pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya nggak sebutkan lah di mana-di mananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya,” tambahnya.

Ia pun meminta temuannya ini menjadi perhatian BNN maupun Polri.

Tangis Habib Aboe Usai Diperiksa MKD soal 'Ulama dan Narkoba': Saya Minta Maaf

Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Selasa (7/2/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR pada Selasa (14/4). Ia diperiksa mengenai pernyataannya soal ustadz dan pesantren di Madura nan disebut masuk dalam pusaran narkoba.

Habib Aboe menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya. Permohonan maaf itu diiringi tangis nan coba dia tahan saat berbincang dengan nada parau.

“Panggilan ini saya penuhi dengan baik, lantaran saya merasa bertanggung jawab atas apa nan saya katakan,” ucap Habib Aboe di Gedung DPR.

“Saya kudu mengatakan saya minta maaf. Minta maaf nan dalam lantaran menurut saya memang bahasa saya terlalu globalisir dan salah. Sekali lagi saya minta maaf,” tambahnya.

Ia mengatakan, permohonan maaf itu ditujukan kepada para ustadz dan ustad di Bangkalan, Sampang, Sumenep hingga Pamekasan.

“Pertama, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada ulama, kiai, keempat wilayah tersebut, ya, keempat kabupaten tersebut,” ucap Habib Aboe.

“Serta seluruh masyarakat Madura dan tokoh-tokoh serta warganya secara menyeluruh, nan mungkin sangat merasa tersinggung atas pernyataan saya,” tambahnya.

Tak Ada Niat Menghina Ulama

Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi saat diwawancarai wartawan di ICE BSD, Tangerang, Selasa (20/8/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Politikus PKS ini memahami pernyataannya menimbulkan persepsi nan seolah-olah menyudutkan ustadz dan pesantren. Ia menegaskan tidak ada maksud seperti itu.

“Untuk itu saya menegaskan sekali, tidak ada niat sedikit pun, tidak ada niat sedikit pun saya untuk menghina, menyudutkan para ulama, nggak ada,” tegas Habib Aboe.

“Itu guru-guru nan saya cintai semua. Dan saya hormati dan saya hargai,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pernyataannya merupakan corak keprihatinan atas temuannya mengenai dugaan keterlibatan dalam kasus narkoba. Ia menyebut pernyataan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan BNN, Polri, dan masyarakat.

“Maksud saya untuk membujuk semua pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan perkuat upaya pencegahan. Namun saat ini langkah penyampaian saya nan kurang tepat,” tutur Habib Aboe.

“Saya ulangi lagi pernyataan saya kurang tepat. Sehingga menimbulkan multitafsir,” tambahnya.

Bakal Segera Temui Ulama dan Kiai di Madura

Habib Aboe mengatakan, bakal menemui para ustadz dan ustad di Madura untuk menjelaskan pernyataannya.

“Ketiga, sebagai corak tanggung jawab saya, saya sudah mencoba mendatangi semua tokoh-tokoh ini. Dan sementara ini mungkin saya wakilkan dulu. Nanti saya bakal berupaya mendatangi mereka semua sesuai keahlian saya,” ujarnya.

“Saya mau menegaskan bahwa ustadz dan pesantren adalah pilar utama dalam menjaga moral dan adab bangsa. Dalam konteks pemberantasan narkoba saya justru memandang bahwa peran ustadz sangat strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan,” lanjutnya.

Ia mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran berbobot baginya. “Peristiwa ini menjadi pelajaran berbobot bagi saya untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik. Saya berkomitmen untuk terus menjaga etika, kehormatan, dan marwah sebagai personil Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,” tegas Habib Aboe.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan