
BREN Raup Laba Bersih Rp2,8 Triliun, Target Lampaui 1 GW Panas Bumi (Foto: Freepik)
JAKARTA - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) meraup untung bersih setelah pajak mencapai USD165 juta alias setara Rp2,8 triliun pada 2025. Angka ini tumbuh 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan keahlian operasional serta optimasi struktur pembiayaan.
Pada tahun ini, BREN emiten milik Prajogo Pangestu ini ekspansi kapabilitas daya panas bumi hingga 1 gigawatt (GW). Presiden Direktur Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan menyampaikan bahwa Perseroan berada dalam posisi nan sangat baik untuk merealisasikan sasaran tersebut.
“Kami melaporkan keahlian nan solid pada tahun 2025, didukung oleh kontribusi nan kuat dari portofolio panas bumi kami. Ekspansi nan kami jalankan mencerminkan komitmen kami untuk terus memperkuat kapabilitas daya bersih nasional sekaligus menjaga kelebihan operasional,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Sementara, berasas laporan finansial konsolidasian auditan 2025, BREN mencatatkan pendapatan sebesar USD605 juta pada 2025, meningkat 1,4% secara tahunan. EBITDA tercatat sebesar USD518 juta dengan margin tinggi mencapai 85,6%, mencerminkan efisiensi operasional nan terjaga. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh portofolio panas bumi nan stabil sebagai tulang punggung BREN.
Sepanjang 2025, BREN memproduksi sekitar 6.885 GWh listrik dari daya panas bumi, menegaskan peran sebagai sumber baseload nan andal di tengah dinamika sektor daya global. Stabilitas ini menjadi aspek kunci nan menjaga keahlian tetap resilien, apalagi ketika segmen lain menghadapi tantangan.
Di sisi operasional, kapabilitas panas bumi BREN meningkat dari 886 MW menjadi 910 MW pada akhir 2025, dan kembali bertambah menjadi 926 MW setelah rampungnya proyek retrofit Wayang Windu pada awal 2026.
Proyek retrofit Wayang Windu Unit 1 dan 2 menjadi salah satu pencapaian penting. Selain meningkatkan kapasitas, proyek ini juga mencatat standar keselamatan tinggi dengan zero fatalities, zero lost time injuries (LTI), dan zero total recordable injuries (TRI), serta lebih dari 713.000 jam kerja aman. Kedua unit apalagi mencapai tanggal operasi komersial (COD) rata-rata sekitar 20 hari lebih sigap dari jadwal, mencerminkan koordinasi proyek nan solid.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·