Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi alias Kepala BKPM Rosan Roeslani mengumumkan realisasi investasi pada kuartal pertama pada 2026 mencapai Rp 498,8 triliun alias naik 7,2% secara tahunan (year on year/yoy). Adapun, realisasi investasi pada kuartal I-2025 sebesar Rp 465,2 triliun.
Menurutnya, nilai realisasi ini setara dengan 24,4% dari sasaran tahun ini nan mencapai Rp 2.041,3 triliun.
Realisasi ini disumbang oleh penyertaan modal asing (PMA) sebesar Rp 250 triliun, naik 8,5% (yoy) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 248,8 triliun alias naik 6,5% (yoy).
Dari realisasi ini, Rosan mengatakan penyerapan tenaga kerja tumbuh double digit sebesar 18,9% alias 706.569 tenaga kerja. Lebih lanjut, BKPM mengungkapkan realisasi investasi tetap dominan dibukukan di luar Jawa dengan porsi 50,4% alias Rp 251,3 triliun, tumbuh 8,5% (yoy). Sementara itu, porsi luar Jawa 49,9% alias Rp 248,8 triliun, tumbuh 6% (yoy).
Secara lokasi, 5 besar provinsi dalam realisasi PMA dan PMDN kuartal I-2026 a.l. Jakarta Rp 78,7 triliun (15,8 %); Jawa Barat Rp 76,8 triliun (15,4%); Banten Rp 34,4 triliun (6,9%); Jawa Timur Rp 32,6 triliun (6,5%); dan Sulawesi Tengah Rp 32,1 T (6,4%).
Kemudian, 5 besar realisasi investasi secara sektor a.l. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya Rp 69,4 triliun; Jasa Lainnya Rp 64,2 triliun; Pertambangan Rp51,9 triliun; Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp48,0 triliun; dan Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp 45,4 triliun pada kuartal I-2026.
Adapun, dalam laporannya kepada Presiden, Selasa (21/4/2026), Rosan menyampaikan bahwa realisasi investasi pada kuartal pertama ini mencapai Rp498,79 triliun alias 100,36% dari sasaran Rp497 triliun di kuartal I.
Foto: Press Release Capaian Realisasi Investasi Triwulan I (Januari – Maret) Tahun 2026. (BKPM)
"Itu adalah peningkatan 7,22 persen year on year-nya. Dan itu juga penyerapan tenaga kerja Indonesia-nya mencapai 706.569 orang alias 18,93 persen untuk year on year-nya," ucap Rosan dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (21/04/2026).
Komposisi investasi, menurut Rosan, juga menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal dalam negeri dan asing, dengan investasi asing mencapai Rp249,94 triliun. Sementara untuk pengedaran investasi pada wilayah juga relatif merata dengan komposisi investasi di luar Jawa sebesar 50,37 persen dan Jawa 49,63 persen.
Dia pun menyatakan bahwa minat penanammodal asing terhadap Indonesia tetap tinggi meskipun bumi menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geokonomi.
"Ini terbukti dari investasi nan masuk juga tetap sesuai dengan nan kita rencanakan, walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan nan sangat signifikan jika saya boleh sampaikan," ujar Rosan.
Foto: Press Release Capaian Realisasi Investasi Triwulan I (Januari – Maret) Tahun 2026. (BKPM)
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·