Pemerintah menghadapi keterbatasan kuota dalam penyaluran BPJS Kesehatan cuma-cuma namalain golongan PBI (Penerima Bantuan Iuran). Data terbaru menunjukkan jumlah masyarakat nan layak menerima support jauh lebih besar dibanding kapabilitas nan tersedia.
Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo mengatakan jumlah perseorangan nan masuk kategori layak menerima PBI ialah golongan desil 1 hingga 5 berasas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mencapai 140,9 juta orang. Sementara itu, kuota penerima PBI saat ini hanya sebanyak 96,8 juta orang.
“Artinya, lebih banyak orang nan harusnya di-cover dibanding kuotanya,” ujar Sonny dalam Rapat Komisi IX, Rabu (15/4).
Data tersebut menunjukkan adanya selisih signifikan antara jumlah masyarakat nan berkuasa menerima support dengan kapabilitas program nan tersedia.
Dalam pemaparannya, Sonny menjelaskan bahwa DTSEN terus diperbarui secara berkala. Hingga April 2026, info tersebut telah mencakup 289,3 juta perseorangan dan 95,3 juta keluarga, dengan tingkat pemutakhiran mencapai 17,51 persen.
Sebelumnya, pada 2025, tingkat pembaruan info tetap berada di kisaran 9 persen hingga 10 persen. Dengan peningkatan tersebut, pemerintah berupaya memperbaiki kecermatan dalam penentuan sasaran penerima support sosial.
Meski demikian, dalam implementasinya, tidak seluruh perseorangan dalam golongan desil 1 hingga 5 berjuntai pada support pemerintah. Sebagian di antaranya telah mempunyai skema pembiayaan lain.
“Memang, walaupun berada di desil 1 sampai 5, sebagian perseorangan itu sudah ada nan bayar iuran secara mandiri. Ada juga PNS golongan 1, golongan 2 nan juga sudah di cover dan seterusnya,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Sonny juga menyampaikan dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat berjalan cepat. Perubahan status kesejahteraan dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama pada golongan nan mengalami tekanan ekonomi tertentu.
Selain itu, proses verifikasi dan pemutakhiran info terus melangkah melalui ground check di beragam daerah. Tahap pertama telah dilakukan terhadap 106.153 individu, sementara tahap kedua menyasar jutaan info lainnya.
Namun, proses tersebut menghadapi tantangan di lapangan, terutama mengenai keterbatasan jumlah petugas di sejumlah wilayah.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·