BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau saat Idul Adha

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (kanan) berbareng Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan (kiri) menyampaikan keterangan saat konvensi pers prakiraan awal musim tandus 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim tandus saat Idul Adha nan jatuh pada akhir Mei 2026 mendatang.

“(Musim pada hari raya Idul Adha) tergantung daerahnya. Sebagian sudah masuk musim kemarau, sebagian baru memulai alias ada nan sedikit terlambat," kata Faisal di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4).

"Tapi secara umum nyaris 50 persen dari area musim di Indonesia itu memasuki tandus lebih sigap ya, lebih sigap di bulan April kira-kira,” tambah dia.

Ia menjelaskan musim tandus tahun ini datang secara berjenjang mulai April hingga Juni, dengan sebagian besar wilayah mengalami awal tandus pada Mei.

“Jadi berasas prediksi kami bahwa musim tandus itu bakal datang di Indonesia mulai bulan April, Mei hingga Juni ya, kelak banyak nan datangnya di bulan Mei. Dimulai dari wilayah timur Indonesia, Nusa Tenggara Barat—maaf, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, kemudian Pulau Jawa terutama pesisir, lampau Pulau Jawa nan di dataran tinggi hingga Sumatera bagian selatan,” ucap Faisal.

Ilustrasi musim kemarau. Foto: Shutter Stock

Faisal menambahkan, meskipun memasuki musim kemarau, hujan tetap mungkin terjadi di sejumlah wilayah. Namun, intensitasnya bakal lebih rendah dibandingkan musim hujan.

“Jadi apakah musim tandus bakal ada hujan? Ya, hujan kemungkinan juga bakal ada gitu, tapi tidak lebih dari 150 milimeter per bulan. Itu nan disebut dia dalam kondisi musim kemarau,” tutur Faisal.

Menurutnya, perbedaan waktu masuk tandus terjadi lantaran Indonesia mempunyai ratusan area musim dengan karakter berbeda.

“Tapi perlu dicatat kelak ada nan konfirmasi: ‘Loh ini di sini tetap hujan?’ Iya, lantaran ada nan masuknya di bulan April musim kemaraunya, terutama saya sebut tadi bagian NTT, NTB, Bali, lampau ada nan masuknya kelak bulan Mei kelak daerah-daerah nan lain. Kita punya 699 area musim dan itu bakal masuk berbeda-beda lantaran banyak kondisinya mengenai dengan atmosfer global, kemudian kondisi lokal, geografis dan lain sebagainya,” jelas Faisal.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan