Blokade di Selat Hormuz, Kapal Energi Cari Rute Alternatif Lewat Perairan Iran

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Ilustrasi Selat Hormuz Foto: AustralianCamera/Shutterstock

Ada dua kapal nan dikenai hukuman Amerika Serikat (AS) dan mengenai dengan Iran nan sukses melintasi Selat Hormuz dan masuk ke Teluk Persia pada Kamis (16/4).

Dikutip dari Bloomberg, pergerakan kapal-kapal ini menjadi sorotan pelaku pasar, mulai dari pemilik kapal hingga penanammodal daya nan memantau ketat lampau lintas di salah satu jalur pelayaran tersibuk di bumi tersebut.

Beberapa kapal, termasuk G Summer dan Hong Lu, diketahui mengambil rute pengganti dari Uni Emirat Arab dengan melintasi perairan di antara Pulau Larak dan Qeshm di Iran.

Langkah ini terjadi di tengah blokade nan diberlakukan AS terhadap kapal nan masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, nan mulai efektif dalam beberapa hari terakhir.

Sejak blokade diberlakukan, hanya segelintir kapal nan berani melintasi selat tersebut. Awak kapal sekarang kudu menghadapi pengawasan dari dua kekuatan militer sekaligus untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman.

Berdasarkan info pencarian kapal, kapal tanker gas cair G Summer tercatat memasuki Teluk Persia dengan melewati perairan dekat Pulau Larak pada Rabu sore. Kapal tersebut dalam kondisi kosong, kepemilikan dan awak kapal berasal dari China -- praktik nan kerap dilakukan untuk mengurangi akibat di tengah konflik.

Perahu-perahu di Selat Hormuz di Selat Hormuz di tengah bentrok AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS

Kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) Hong Lu, nan juga masuk daftar hukuman Washington, mengikuti jalur serupa tak lama kemudian. Kapal ini diketahui bisa mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah, namun saat ini tidak membawa muatan dan dilaporkan berlayar di sepanjang pesisir Iran sembari menunggu petunjuk lebih lanjut.

Kapal-kapal tersebut sebelumnya sempat berada di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab, sebelum bergerak menuju Teluk Oman dan mendekati wilayah Iran melalui jalur nan tidak biasa.

Rute serupa juga diambil kapal pengangkut peralatan curah Rosalina nan diduga menuju pelabuhan Iran dengan membawa muatan pangan. Di sisi lain, sebuah kapal tanker produk berjulukan Nobler terlihat melintasi selat ke arah Teluk Oman beberapa jam kemudian, menandakan arus keluar dari area tersebut tetap terjadi meski terbatas.

Pergerakan Nobler mengikuti dua kapal kontainer nan mengenai dengan Iran, ialah Golbon dan Kashan, sebelumnya juga terlihat meninggalkan Teluk Persia menuju perairan dekat Pakistan.

Meski blokade tidak sepenuhnya menghentikan lampau lintas, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan melambat signifikan. Hingga kini, belum terlihat kapal tanker Iran bermuatan penuh nan sukses keluar melalui jalur tersebut.

Kondisi ini berpotensi mengganggu aliran sekitar 1,7 juta barel minyak per hari selama bentrok berlangsung. Namun di sisi lain, situasi tersebut juga dinilai sebagai upaya untuk menghindari eskalasi bentrok lebih lanjut antara AS dan Iran.

Di tengah keterbatasan info pelacakan, gangguan elektronik serta praktik mematikan transponder kapal membikin sebagian pergerakan di area ini tidak sepenuhnya terdeteksi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan