Biaya Medis Melambung, Allianz Hadirkan Proteksi Kesehatan Terbaru

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Risiko finansial nan timbul akibat masalah kesehatan tetap menjadi tantangan besar dalam perencanaan finansial keluarga. Apalagi setiap tahun biaya kesehatan selalu mengalami kenaikan.

Menurut info terbaru di Health Trends 2026 report dari Mercer Marsh Benefits (MMB), biaya medis diperkirakan bakal meningkat sebesar 12,5% di Asia dan 17,8% di Indonesia, jauh lebih tinggi dari perkiraan inflasi umum sebesar 2,5%.

Salah satu pendorong kenaikan ini adalah inflasi medis nan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan MMB, inflasi medis di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 15,9% dan pada 2025 telah meningkat hingga 17,9%.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan biaya pada sistem kesehatan dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Allianz menyadari bahwa kenaikan biaya medis telah menjadi perhatian nan semakin besar bagi masyarakat, termasuk akibat meningkatnya premi nan dapat mendorong pengguna untuk menghentikan perlindungan asuransi nan dimiliki.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru, Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM). Produk ini merupakan solusi perlindungan kesehatan nan dirancang untuk memberikan perlindungan esensial dan membantu masyarakat menghadapi lonjakan biaya medis.

"Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari, Allianz mau menghadirkan satu perihal nan dapat diandalkan oleh nasabah, ialah perlindungan kesehatan dengan peningkatan premi nan lebih stabil dan terukur," ujar Country Manager and Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz dikutip Selasa (28/4/2026).

"Melalui APM, tujuan kami adalah membantu pengguna mempertahankan perlindungan kesehatannya secara berkepanjangan sepanjang hidup. Dengan mengelola kenaikan biaya secara jeli sejak saat ini, perlindungan dapat tetap terjangkau dan berkepanjangan hingga masa mendatang, ketika jasa kesehatan paling dibutuhkan," tambah dia.

Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas, juga menyampaikan, produk APM merupakan corak komitmen Allianz Syariah untuk membantu pengguna mempunyai rasa tenang di tengah tingginya tantangan biaya kesehatan.

"Kami memahami kesulitan nan dihadapi pengguna dan mau memberikan solusi nan sejalan dengan prinsip Maqasid Syariah, ialah menjaga jiwa dan kesehatan untuk masa depan nan lebih terencana," terang dia.

Produk APM dihadirkan untuk memberikan perlindungan kesehatan nan esensial dengan tiga pilihan plan nan dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah, ialah Plan Standar, Plan Extra, dan Plan Premier dengan wilayah pertanggungan hingga Asia dan Australia. Beragam pilihan ini memungkinkan pengguna untuk memilih perlindungan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga perlindungan tetap terjangkau dan elastis untuk kebutuhan di masa mendatang.

Khusus untuk Plan Extra dan Plan Premier, tersedia pilihan akibat sendiri untuk mengurangi terjadinya potensi over-treatment dan over-utilisation sehingga bakal membantu pengguna mendapatkan kestabilan peningkatan premi alias kontribusi di masa mendatang.

Selain itu, APM juga memberikan pengguna akses ke jaringan rumah sakit rekanan (Preferred Hospital Network) nan menawarkan jasa kesehatan berbobot dan terjamin untuk membantu pengguna mendapatkan pengobatan nan diperlukan.

Allianz memahami bahwa pengguna merasa waswas bakal biaya perawatan medis nan tinggi, khususnya ketika terjadi akibat penyakit tahap lanjut seperti kanker invasif, stroke, dan serangan jantung. Berdasarkan info internal Allianz, rata-rata biaya perawatan untuk ketiga penyakit tersebut mengalami kenaikan nan signifikan setiap tahunnya.

Sebagai contoh, dari 2020 hingga 2025, rata-rata biaya perawatan stroke mengalami kenaikan lebih dari 2,5 kali lipat. Sedangkan untuk kanker meningkat lebih dari 2 kali lipat dan apalagi untuk jantung melonjak hingga 3 kali lipat. Tentunya ini menjadi perhatian pengguna di tengah tantangan biaya kesehatan saat ini.

Untuk itu, APM memberikan Batas Manfaat Tahunan Tambahan (Double Annual Limit) untuk 3 penyakit tahap lanjut tersebut (kanker invasif, serangan jantung, dan stroke). Dengan faedah tambahan nan baru ini, pengguna bisa mendapatkan perawatan nan lebih komplit tanpa kudu terlalu memikirkan biaya dan bisa konsentrasi pada pemulihan ketika terkena penyakit tahap lanjut tersebut.

Bukan hanya untuk penyakit tahap lanjut, APM juga memberikan faedah tambahan rawat jalan untuk penyakit demam berdarah dan/atau demam tifoid (tipes) nan sering terjadi. Nasabah nan terdiagnosa penyakit tersebut namun direkomendasikan oleh master dilakukan rawat jalan (tidak perlu rawat inap) bakal tetap dapat terlindungi oleh APM.

Allianz juga mau mendukung pengguna nan mulai membangun style hidup sehat agar tidak mudah sakit. Bagi pengguna nan mempunyai perlindungan APM, mereka bakal mempunyai akses ke ekosistem kesehatan Allianz nan berisi beragam penawaran menarik, seperti, wearable tech untuk olahraga, katering sehat, telekonsultasi medis, hingga MCU di rumah sakit rekanan Allianz. Semuanya dikurasi untuk membantu pengguna mempertahankan style hidup sehat nan dimiliki.

Dengan beragam fitur nan dimiliki APM, Allianz Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi perlindungan kesehatan nan relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan rasa kondusif di tengah kondisi kehidupan nan penuh ketidakpastian.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News