Kementerian PU Kebut Pembangunan Akses ke Kawasan Wisata Ratu Boko

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum RI (PU) berbareng Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga mempercepat pembangunan akses Bokoharjo pada Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Prambanan-Purwomartani. Akses ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju area wisata budaya Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya berfaedah sebagai prasarana transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah.

"Pembangunan jalan tol selalu mempunyai makna strategis, tidak hanya bagi prasarana fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," kata Dody, dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akses Bokoharjo dirancang sebagai jalur masuk langsung menuju Situs Keraton Ratu Boko di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kehadiran akses ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lampau lintas di jalur nasional Yogyakarta-Solo nan selama ini menjadi koridor utama menuju destinasi wisata, terutama pada musim libur.

Sebagai bagian dari percepatan konektivitas wisata, akses Bokoharjo bakal dikembangkan melalui akses dari Gerbang Tol Purwomartani sepanjang sekitar 1,95 kilometer (km) nan mengarah langsung ke area Bokoharjo dan Ratu Boko.

Akses tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus mendukung kesiapan operasional saat arus mudik Lebaran 2027.

Saat ini pekerjaan bangunan akses Bokoharjo dilakukan secara bertahap. Pembangunan U-turn diperkirakan memerlukan waktu sekitar 6-7 bulan, sedangkan pekerjaan nan berangkaian dengan perlintasan rel kereta api diproyeksikan berjalan selama 9-10 bulan melalui koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Berdasarkan info hingga 15 April 2026, progres bangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai 94,8%. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 90%, dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026.

Kementerian PU menegaskan pembangunan tol dilakukan dengan tetap memperhatikan keberadaan area berhistoris dan cagar budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk area sekitar Situs Keraton Ratu Boko. Pendekatan pembangunan dilakukan secara hati-hati agar konektivitas prasarana melangkah seiring dengan pelestarian nilai sejarah dan budaya.

Saat ini Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo telah beraksi dari Gerbang Tol Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer.

Melalui percepatan akses Bokoharjo, pemerintah berambisi konektivitas menuju area wisata budaya semakin baik, kunjungan visitor meningkat, serta membuka kesempatan ekonomi baru bagi pelaku upaya lokal.


(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance