BCA Ajak Siswa Aceh Tamiang Bangkitkan Semangat Belajar Lewat Metode GASING

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Acara penutupan "Belajar Cerdas Angka ala Gasing" oleh Bakti BCA di SMP 1 Kualasimpang, Aceh Tamiang, Senin (13/4/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) menggelar training berjudul “Belajar Cerdas Angka ala GASING (Gampang Asik dan Menyenangkan)” di Kabupaten Aceh Tamiang.

Program ini diselenggarakan berbareng Gasing Academy dan diikuti oleh sekitar 50 siswa serta 10 pembimbing dari empat Sekolah Dasar (SD). Kegiatan berjalan di Aula SMP 1 Kualasimpang, Aceh Tamiang, pada 2 hingga 12 April 2026.

Metode GASING nan digunakan dalam training ini merupakan pendekatan pembelajaran berbilang nan dikembangkan oleh Yohanes Surya. Metode tersebut menekankan proses belajar nan interaktif melalui beragam aktivitas seperti permainan, lagu, serta kerjasama antara siswa dan guru.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan program ini dihadirkan untuk meningkatkan semangat belajar sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak di Aceh Tamiang, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

Acara penutupan "Belajar Cerdas Angka ala Gasing" oleh Bakti BCA di SMP 1 Kualasimpang, Aceh Tamiang, Senin (13/4/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

“Ketika bisa menghadirkan environment guru-guru nan mungkin bisa dekat, bisa memberikan trik-trik, menikmati pelajaran berhitung, itu bisa menumbuhkan anak-anak menjadi sesuatu nan suka dengan matematika,” kata Hera dalam aktivitas “Belajar Cerdas Angka ala Gasing” di SMP 1 Kualasimpang, Aceh Tamiang, Senin (13/4).

Hera berharap, training ini tidak hanya membantu siswa mengejar ketertinggalan pembelajaran, tetapi juga membangun kembali antusiasme serta kepercayaan diri mereka. Selain itu, metode GASING dinilai bisa melatih keahlian logika dan penalaran siswa nan semakin dibutuhkan dalam sistem pembelajaran saat ini.

“Jadi ya mudah-mudahan (program GASING) di Aceh Tamiang ini menjadi salah satu pedoman nan bisa memberikan anak-anak cerdas, pintar, logic berpikirnya,” ucap Hera.

Sementara itu, pencetus metode pembelajaran GASING, Yohanes Surya, menjelaskan keahlian menghitung sigap nan dihasilkan dalam metode tersebut sebenarnya bukan tujuan utama, melainkan hanya sebagai bingkisan dari proses pembelajaran.

Ia menjelaskan, konsentrasi utama metode GASING adalah melatih delapan kompetensi utama alias 8C, ialah critical thinking, creativity, collaboration, communication, computational logic, character, compassion, dan culture.

“Nah (8C) itu sebenarnya semua nan kita latih. Nah dari situ, terbentuklah menghitung cepat. Jadi kita gunakan menghitung sigap itu sebagai tool untuk mengembangkan 8C itu,” kata Yohannes dalam kesempatan nan sama.

Acara penutupan "Belajar Cerdas Angka ala Gasing" oleh Bakti BCA di SMP 1 Kualasimpang, Aceh Tamiang, Senin (13/4/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Selain itu, Yohanes menambahkan bahwa pendekatan nan digunakan juga mengintegrasikan kearifan lokal, seperti lagu dan permainan daerah. Dalam praktiknya, beragam permainan tradisional dimanfaatkan sebagai media pembelajaran agar lebih dekat dengan kehidupan anak-anak.

“Nah local wisdom-nya itu kita pakai lagu-lagu daerah. Kenapa? Anak-anak itu deket sekali jika (lagu) wilayah nan diikut. Jadi waktu dulu itu rupanya nyambungnya cepat sekali dan buat anak belajar itu menyenangkan,” sebut Yohanes.

Yohannes menuturkan penggunaan unsur budaya merupakan bagian krusial dalam pembelajaran, lantaran dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap budaya sekaligus mendukung pengembangan aspek “culture” dalam konsep 8C.

Adapun program nan termasuk dalam Bakti BCA ini diikuti oleh siswa dan pembimbing dari SD Negeri 1 Kualasimpang, SD Negeri 2 Kualasimpang, SD Negeri 4 Kualasimpang, serta SD Negeri Kota Lintang.

Program serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan oleh BCA di beragam daerah, antara lain di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, serta Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan