Jakarta, CNN Indonesia --
Bareskrim Polri mengaku tengah memburu sosok rekan dari bandar narkoba 'The Doctor' namalain Charlie namalain Andre Fernando nan berjulukan Tosan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan Tosan diduga terlibat sebagai penyuplai narkoba di tempat intermezo malam Whiterabit.
"Tersangka diduga melakukan tindak pidana narkoba, tindak pidana narkotika dan tindak pidana kesehatan nan terjadi di Room 707 Whiterabit," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko mengatakan Tosan telah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) nan ditertibkan Bareskrim. Sosok Tosan sendiri diduga berada di wilayah Malaysia.
Dalam surat DPO nan diterbitkan, polisi turut melampirkan foto dari Tosan dengan ciri-cirinya tinggi 170 Cm, berat badan 70 Kg, usia sekira 40 tahun. Selain itu Tosan disebut mempunyai rambut hitam lurus, bermata bulat, hidung mancung, bibir berbentuk tebal dan warna kulitnya putih.
Sebelumnya Andre ditangkap tim campuran saat sedang berbareng wanita asal Kazakhstan di Crowne Plaza Penang, Malaysia, pada Minggu (5/4) sekitar pukul 14.30 Waktu Setempat.
Andre Fernando menjadi DPO dalam kasus narkotika nan melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Kasus Koh Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.
Andre disebut merupakan sosok nan menyediakan sabu nan dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui 2 kali melakukan transaksi kepada Andre pada Januari 2026.
Transaksi pertama senilai Rp400 juta per 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp400 juta dengan sabu nan diterima seberat 3 kg.
Selain itu, Andre juga berkedudukan sebagai pemasok alias pengendali peralatan haram narkotika di Whiterabit dengan julukan 'Charlie'.
(tfq/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·