Bahlil Pantas Terus Kapal Pertamina yang Masih Dilarang Melintasi Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) setelah sempat membukanya beberapa jam. Hal ini membikin 2 kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tetap terjebak.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya bakal terus menjalin komunikasi dengan pihak Iran.

“Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran (terkait kapal Pertamina),” kata Bahlil kepada awak media usai konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Selain itu, dia mengatakan Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi secara berkepanjangan dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau dan menangani situasi tersebut.

“Kolaborasi ESDM dengan Kemlu itu juga kita lakukan terus,” ucap Bahlil.

Di sisi lain, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita menjelaskan saat ini PIS terus melakukan pemantauan terhadap situasi nan ada usai Selat Hormuz kembali ditutup.

Kapal MT Gamsunoro. Foto: Dok. Pertamina

“Kedua kapal PIS ialah Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini tetap berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi nan sangat bergerak di Selat Hormuz,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/4).

Selain itu, PIS juga terus melakukan koordinasi intensif dengan beragam pihak terkait, termasuk Kementerian dan otoritas berkuasa serta terus menyiapkan perencanaan pelayaran nan aman.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan jalur pelayaran untuk seluruh kapal komersial di Selat Hormuz telah dibuka penuh. Ia bilang jalur tersebut "completely open" setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Namun militer Iran kembali menutup selat tersebut beberapa jam kemudian.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan