Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman pingsan. Momen tersebut terjadi pada saat kirab wisuda purnabakti nan digelar di Gedung MK, Jakarta, Senin (13/4).
Dalam aktivitas wisuda tersebut, Anwar Usman sempat mengenang pengabdiannya selama 15 tahun di MK. Anwar mengutip ucapan Ketua MK Suhartoyo nan menyebut bahwa setiap putusan Hakim tidak pernah memuaskan semua pihak. Meski demikian, dia menyebut bahwa menegakkan kebenaran dan keadilan merupakan perintah Allah.
Selain itu, dia menyinggung soal sejumlah peristiwa nan dialaminya saat menjabat Hakim MK. Mulai dari dituding menerima sampulsurat hingga diperiksa oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi. Namun, dia meyakini kebenaran bakal terungkap.
"Selama lima belas tahun di MK dan saya telah menyusun sebuah buku. Dua buah buku, malah, ialah Kotak Pandora I dan Kotak Pandora II. Saya beberkan apa adanya, tanpa tedeng aling-aling, apa nan saya alami, apa nan saya hadapi, dan apa nan saya lakukan. Saya tidak bakal pernah mundur selangkah pun, secuil pun mundur untuk menegakkan kebenaran norma dan keadilan. Karena itu amanah Allah," papar Anwar Usman.
"Saya bakal mengakhiri dengan sebuah syair nan cukup terkenal alias apa pun namanya bahwa siapa nan menabur angin bakal menuai badai," sambungnya.
Dia pun tak lupa menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf kepada para Hakim MK serta para pegawai di sana.
"Apabila selama 15 tahun saya berada di Mahkamah Konstitusi, tentu saja ada perihal hal nan kurang berkenan, kurang mendapat apresiasi. Karena saya, sebagai manusia biasa nan penuh dengan kekurangan. Maka dari ujung kaki sampai ke ujung rambut, dari lubuk hati nan dalam saya menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih nan tak terhingga," pungkasnya.
Setelahnya, Anwar Usman berbareng istrinya kemudian melangkah keluar dari Ruang Sidang Pleno menuju lobi utama sekitar pukul 17.48 WIB. Sejumlah pegawai MK pun terlihat menyambut mereka dalam proses kirab tersebut. Pada saat itu, seorang pegawai MK pun sudah nampak memegangi tangan Anwar Usman dan memapahnya berjalan.
Namun, tiba-tiba Anwar Usman terkulai lemas. Wakil Ketua MK Saldi Isra dan Hakim MK Guntur Hamzah nan kebetulan berada tak jauh dari letak langsung memberikan pertolongan.
Anwar Usman kemudian digotong masuk kedalam ruang tunggu untuk diberikan penanganan medis. Hingga saat buletin ini dinaikkan belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi Anwar Usman.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·