Penjualan kendaraan fleet PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menunjukkan tren positif pada awal 2026. Lonjakan ini tak lepas dari kontribusi proyek pemerintah serta peningkatan permintaan dari sektor swasta.
Deputy to 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Ismi Saputra, mengatakan kontribusi penjualan fleet cukup signifikan terhadap total penjualan kendaraan niaga Suzuki. Bahkan, porsinya mencapai lebih dari seperempat total pengedaran di awal tahun.
“Kalau kita bicara secara overall, dari Januari hingga Februari ini tercatat sekitar kontribusi fleet di nomor 26 persen dari total penjualan kita, khususnya untuk kendaraan niaga,” kata Dony di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, peningkatan ini tidak hanya didorong oleh proyek pemerintah, termasuk program MBG nan tengah berjalan. Suzuki disebut sudah menjalin kerja sama sejak tahun lampau untuk mendukung kebutuhan kendaraan operasional program tersebut.
“Dari BGN memang sudah terjadi kerja sama tidak hanya di tahun ini saja untuk proyek ini. Jadi dari tahun 2025 sampai dengan sekarang memang ada permintaan untuk mendukung program dari pemerintah tersebut,” kata dia.
Meski begitu, Dony menegaskan bahwa kenaikan penjualan tidak sepenuhnya berjuntai pada proyek pemerintah. Permintaan dari sektor swasta alias private juga ikut mengalami peningkatan.
“Tapi kami memandang bahwa kenaikan jumlah volume ini tidak hanya terjadi di sektor permintaan dari pemerintah, tapi juga dari sektor swasta alias sektor private,” lanjutnya.
Secara year-on-year, penjualan fleet Suzuki mencatat lonjakan signifikan. Dibandingkan periode Januari–Februari 2025, penjualan pada periode nan sama tahun ini meningkat nyaris dua kali lipat.
“Kita sebetulnya kenaikan pencapaian khususnya untuk kendaraan komersial ini meningkat sekitar 93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi kita bicara year-on-year, dari Januari-Februari 2025 dibandingkan Januari-Februari tahun 2026,” ungkapnya.
Untuk mendukung proyek MBG, Suzuki menyediakan beberapa model kendaraan nan disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Di antaranya adalah Suzuki Carry dan Suzuki APV nan telah dimodifikasi.
Ia menjelaskan, sebagian unit menggunakan pedoman Carry nan dipadukan dengan karoseri khusus. Sementara itu, APV Blind Van juga digunakan dengan penyesuaian tertentu pada bagian interior.
“Saat ini kan, jika kita lihat, ada dua jenis nan digunakan. Carry ada kerja sama dengan beberapa karoseri, dan juga ada sedikit modifikasi dalam corak APV blind van,” jelasnya.
Dony menambahkan, Suzuki bekerja sama dengan sejumlah perusahaan karoseri lokal untuk memastikan kendaraan sesuai kebutuhan proyek. Penyesuaian dilakukan terutama pada kelengkapan di dalam kabin.
“Secara bodi itu standar dari kami, tapi di dalamnya dilengkapi dengan karoseri nan ditunjuk. Jadi sebetulnya kami kerja sama dengan beberapa kawan karoseri nan ada di Indonesia,” pungkasnya.
Dengan tren positif ini, Suzuki memandang segmen fleet tetap bakal menjadi salah satu pilar krusial penjualan kendaraan niaga. Terlebih, kebutuhan kendaraan operasional dari beragam sektor diperkirakan terus meningkat sepanjang tahun.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·