8 Jam Selamatkan Nyawa: Cerita Anggota Basarnas Berjibaku Evakuasi Korban yang Terjepit Badan Kereta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii menjelaskan argumen proses pemindahan korban kecelakaan kereta di Bekasi dilakukan secara hati-hati dan bertahap.

Menurut dia, langkah tersebut diambil lantaran sejumlah korban tetap berada dalam kondisi terjepit di dalam rangkaian kereta, sehingga memerlukan penanganan khusus.

"Alhamdulillah dari seluruh korban tentunya dengan penanganan unik ada beberapa korban nan memang kudu kita lakukan tindakan secara terukur lantaran memang memerlukan penanganan khusus, sehingga mungkin ada sempat dipertanyakan kenapa kereta alias lokomotif tidak langsung ditarik berbarengan dengan gerbong," katanya.

Dirinya juga menyampaikan, saat itu memang ada 5 korban nan tetap dalam kondisi terjepit dan kudu kita laksanakan aktivitas retrikasi alias ekstrikasi sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan akibat nan lebih berat lagi.

Ia menambahkan, proses ekstrikasi terhadap korban menjadi prioritas utama dalam operasi pengamanan guna meminimalisir akibat cedera nan lebih parah.

Lebih lanjut, Syafii menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak nan terlibat dalam proses evakuasi, termasuk tim SAR campuran dan media nan turut memantau jalannya operasi.

"Jadi itu sekali lagi terima kasih atas rekan-rekan media nan telah mengikuti secara langsung proses pemindahan ini, dan Alhamdulillah atas kerja sama dari seluruh unsur bahwa operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan nan kita harapkan," ujarnya.

Ia memastikan, operasi SAR terhadap kecelakaan tersebut telah dinyatakan selesai pada pagi hari setelah seluruh korban sukses dievakuasi.

"Dan tadi pagi dengan pukul 08:00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan kita kembalikan ke homebase masing-masing. Mungkin demikian nan bisa saya tambahkan, terima kasih," pungkasnya.

Proses pemindahan pascainsiden kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur selesai dilakukan. Proses pemindahan menyantap waktu lebih kurang 10 jam sejak kecelakaan terjadi pukul 20.50 Wib.

"Evakuasi dari Kereta Argo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100 persen. Sekarang jika dilihat juga lokomotifnya sudah lepas dari rangkaian terakhir KRL nan terdampak," kata Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam bertemu pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Bobby juga memastikan jalur tempat kecelakaan terjadi sebenarnya sudah steril sejak kemarin malam. Tetapi, KRL belum bisa beroperasi.

"Jalur hilirnya juga dari tadi malam juga sudah kita buka dan bisa beraksi normal. Sementara untuk Commuter Line alias KRL bakal ditutup dulu. Akan ditutup dulu dan stasiun terakhir jasa terakhir adalah Stasiun Bekasi," katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita