5,3 Juta Ton CPO Bakal Diolah Jadi Campuran Solar Tahun Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan sebanyak 5,3 juta ton Crude Palm Oil (CPO) bakal dikonversi menjadi biofuel tahun ini. Menurutnya, pengembangan biofuel menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan daya nasional.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan pemanfaatan biodiesel, termasuk melalui program B50, menjadi bagian krusial dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

"Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar. Ini perintah langsung Presiden," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun Kementerian Pertanian saat ini mempercepat pemanfaatan daya terbarukan di sektor pertanian melalui pengembangan biodiesel dan pengujiannya pada perangkat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis mendorong kemandirian daya berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung modernisasi pertanian berkelanjutan.

Salah satu penemuan nan dikembangkan adalah teknologi bioreaktor biodiesel hybrid oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), nan dirancang untuk mengolah beragam bahan baku minyak nabati menjadi biodiesel secara lebih efisien, fleksibel, dan terkontrol.

Sebagai corak implementasi, BRMP melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) telah melakukan uji keahlian lapangan alsintan berbahan bakar B50 bekerja sama dengan LEMIGAS pada awal April lalu.

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menjelaskan pengetesan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis penggunaan biodiesel dalam kondisi operasional nyata.

"Pengujian ini bermaksud untuk mengevaluasi performa alsintan, mulai dari keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, hingga stabilitas operasional di lapangan. Hasilnya bakal menjadi dasar dalam pengembangan mekanisasi pertanian berbasis daya alternatif, sejalan dengan support terhadap program B50," jelasnya.

Pengujian dilakukan pada beragam jenis alsintan, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, serta pompa air, termasuk pengetesan cold-startability untuk memastikan mesin tetap dapat beraksi setelah periode penyimpanan tertentu.

Berdasarkan hasil pengetesan di laboratorium maupun lapangan, penggunaan biodiesel B50 menunjukkan keahlian nan relatif stabil. Parameter utama seperti daya, konsumsi bahan bakar, efisiensi kerja, serta performa operasional telah memenuhi standar SNI nan ditetapkan.

Hasil ini menunjukkan bahwa biodiesel B50 berpotensi diterapkan pada perangkat dan mesin pertanian tanpa memberikan akibat negatif terhadap performa maupun keandalan operasional.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance