Kupang, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mencatat ribuan jiwa mengungsi dan ratusan gedung rusak akibat gempa tektonik magnitudo 4,7 pada Rabu (8/4) pukul 23.17:47 WIB alias Kamis (9/4) dinihari pukul 00.17:47 WITA.
Data sementara itu dikumpulkan hingga 10 April 2026 dan tetap terus bertambah.
Berdasarkan info dari BPBD hingga Jumat (10/4) tercatat jumlah pengungsi sebanyak 285 kepala rumah tangga (KRT) alias 1.313 jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk kerusakan gedung nan terdiri dari rumah penduduk dan akomodasi umum mencapai 257 unit nan berlokasi di 8 desa ialah 6 desa di Kecamatan Adonara Timur dan 2 desa Kecamatan Solor Timur. Dan ada 18 orang nan mengalami luka ringan.
Laporan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur Maria Goretty Nemo kepada CNN Indonesia.com, Sabtu (11/4).
Maria mengungkapkan sebanyak 6 desa di Kecamatan Adonara Timur nan terdampak antara lain Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawa Taa, Karing Lamalouk, Kelurahan Waiwerang dan Desa Ipi Ebang. Sedangkan 2 desa di Kecamatan Solor Timur ialah Desa Desa Moton Wutun dan Desa Wato Buku.
Desa nan paling terdampak akibat gempa bumi tersebut adalah Desa Terong. Di desa tersebut ada 110 rumah penduduk nan rusak dan 3 akomodasi umum nan terdiri dari mushola, Polindes dan sekolah dasar. Dan jumlah kepala rumah terdampak sebanyak 147 dengan 621 jiwa dan 17 orang mengalami luka ringan.
Sementara, di Desa Lamahala Jaya, ada 104 rumah penduduk nan rusak dan berakibat pada 104 kepala rumah tangga alias 544 jiwa.
Di desa tersebut juga ada 4 akomodasi umum nan mengalami kerusakan ialah 1 mushola, 1masjid, dan 2 sekolah dan 1 orang luka ringan.
Untuk Desa Dawa Taa ada 6 rumah penduduk nan mengalami kerusakan nan mengakibatkan 6 kepala rumah tangga dengan 31 jiwa nan terdampak akibat gempa pada. Begitupun di Desa Karing Lamalouk 1 rumah penduduk rusak nan berakibat pada 1 kepala rumah dengan 4 jiwa.
Sedangkan di Kelurahan Waiwerang tercatat 18 jiwa jiwa terdampak akibat 7 rumah penduduk setempat rusak dan Desa Ipi Ebang tercatat 2 rumah penduduk berisi 2 kepala rumah tangga dengan 8 jiwa terdampak.
Gempa Bumi pada Kamis dinihari juga telah merusak 18 rumah penduduk di dua desa di Kecamatan Solor Timur ialah Desa Moton Wudun dan Desa Wato Buku.
Di Desa Moton Wutun ada kerusakan 10 rumah nan berakibat pada 10 kepala rumah tangga dengan 55 jiwa nan terdampak. Begitupun di Desa Wato Buku terdata 8 rumah nan rusak nan berakibat pada 8 kepala rumah tangga nan berisi 32 jiwa kudu mengungsi.
Maria menyebut untuk penanganan kedaruratan nan telah dilakukan, BPBD Flores Timur konsentrasi untuk penanganan para korban nan saat ini mengungsi di rumah penduduk lainnya nan kondusif dan juga ada nan mengungsi di delapan letak di desa masing-masing.
"Fokus kami saat ini pemberian support bagi penduduk nan terdampak dan sedang mengungsi. Dan ada delapan letak pengungsian nan tersebar di delapan desa," kata Maria dihubungi CNN Indonesia.com Sabtu (11/4).
Dia mengatakan BPBD dan Pemkab Flores Timur telah mengirim support untuk didistribusikan kepada ribuan penduduk terdampak, Dan support nan telah dikirim ke letak musibah antara lain kasur lipat, tikar matras, selimut, terpal, hygiene kit, beras, minyak gosok, tenda dan senter.
Diakuinya saat BPBD tetap mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan penduduk nan berada di pengungsian seperti air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, sembako, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kasur lipat, bangku roda dan pempers.
"Kebutuhan nan mendesak itu air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, sembako, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kasur lipat, bangku roda dan pampers dewasa," ucapnya.
Maria juga mengatakan personel nan untuk penanganan kedaruratan juga sangat terbatas. Karena hanya 35 personel dari BPBD nan telah disiagakan di letak bencana. Kemudian, ada support personel dari TNI/ Polri sebanyak 27 orang ialah 17 dari TNI dan 10 personel Polres Flores Timur.
Para petugas di lapangan tersebut mempunyai tanggung jawab untuk penanganan pendistribusian logistik, pendataan dan pemasangan tenda serta memastikan seluruh pengungsi dalam keadaan kondusif dan sehat.
"Kita juga libatkan tenaga kesehatan untuk memastikan seluruh penduduk terdampak mendapat pelayanan kesehatan nan memadai dan mendata pengungsi nan sakit," ujarnya.
Sementara itu, info dari BMKG menyebut hingga Jumat (10/4) pukul 12.51 WIB, berasas hasil monitoring tercatat 106 kali kejadian gempa bumi susulan (aftershock). Gempa tersebut juga terdapat kerusakan gedung di wilayah Kecamatan Adonara Timur.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama melaporkan gempa bumi susulan kembali mengguncang Flores Timur pada Jumat (10/4) pukul 12.39.16 wib dengan M3,7.
Gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 8'.43 LS dan 123.14' BT alias tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 kilometer Timur Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer.
Menurut Arief gempa bumi tersebut dilihat dari letak episenter dan kedalaman hiposenter tergolong gempa dangkal nan merupakan rangkaian dari gempa bumi sebelumnya nan terjadi pada Kamis (9/4) magnitudo 4,7.
"Dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi nan terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar aktif nan merupakan rangkaian (dari) gempa bumi susulan tanggal 9 April 2026 M47," ujar Arief melalui keterangan tertulis.
Lebih lanjut, berasas laporan dari masyarakat, gempa bumi tersebut dirasakan di Lembata dengan skala intensitas II-III MMI dan getaran juga dirasakan oleh beberapa orang.
(ely/sfr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·