Jakarta -
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan separuh waktunya dalam sepekan dihabiskan untuk turun ke lapangan. Zulhas menilai langkah itu dilakukan untuk memastikan kebijakan pemerintah melangkah dan berfaedah bagi masyarakat.
Salah satu contoh, Zulhas sempat menghadiri Rembuk Tani di Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam aktivitas itu, Zulhas memastikan kesejahteraan petani.
"Pupuk lancar alias tidak?" tanya Zulhas kepada para petani di Mamuju, seperti dilihat di akun Instagramnya, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para petani nan datang tampak kompak menjawab lancar. Zulhas kemudian bertanya mengenai gabah.
"Gabah nilai berapa gabah? Bagus?" tanya Zulhas nan dijawab bagus oleh petani.
Zulhas mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan agar negara berpihak terhadap petani. Sebab, petani merupakan sosok nan memberi makan rakyat.
"Kebijakan Bapak Presiden Pak Prabowo kudu berpihak kepada petani gak boleh tawar-tawar, petani lantaran itu nan memberi makan kita," ujarnya.
Zulhas mengatakan kebijakan tak boleh berakhir sebagai keputusan di atas kertas. Dia mengatakan kebijakan kudu berjalan.
"Itulah kenapa nyaris separuh waktu dalam sepekan saya habiskan di lapangan. Bertemu petani, nelayan, pedagang, pelaku usaha, dan masyarakat. Mendengar langsung, mengecek langsung, sekaligus memastikan setiap kebijakan nan diputuskan pemerintah betul-betul terlaksana," ujarnya.
Zulhas mengatakan Indonesia merupakan negara nan luas. Sebab itu, dia menyebut penerapan selalu menjadi pekerjaan nan paling menentukan.
"Apa nan terlihat baik di pusat, belum tentu melangkah sama di lapangan," ujarnya.
"Turun langsung, melakukan kontrol, evaluasi, dan cross check bukan sekadar rutinitas. Itu adalah langkah agar pemerintah tetap dekat dengan realita dan setiap kebijakan tetap berpihak pada kebutuhan rakyat," sambungnya.
Dia mengatakan keberhasilan dari kebijakan tak diukur dari seberapa baik dirumuskannya. Namun, dari banyaknya faedah untuk masyarakat.
"Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah kebijakan bukan diukur dari seberapa baik dia dirumuskan, tetapi dari seberapa nyata manfaatnya dirasakan oleh masyarakat," imbuh dia.
(amw/imk)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·