Jenazah korban pertama kali ditemukan sang adik berinisial RA. Saat itu, RA mendatangi letak kos untuk mengecek kondisi kakaknya. Sebab, saksi kesulitan menghubungi sang kakak lantaran handphonenya tidak aktif.
Saat tiba di letak dan hendak membuka pintu gerbang, saksi mencium aroma busuk. Saat saksi masuk dan membuka pintu bilik kos, aroma semakin menyengat. Saksi kemudian memandang bagian rambut dan badan korban nan ditutupi boneka.
Beberapa saat kemudian, pelaku keluar dari bilik sebelah. Saksi sempat bertanya di mana kakaknya, namun pelaku tidak menjawab. Merasa curiga, saksi memukul pelaku dengan helm nan dibawanya. Setelah itu, pelaku langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor.
"Saksi berbareng kakaknya alias korban sama-sama bekerja di bilyard di Jalan Nakula, Kuta, dan saksi terakhir kali berjumpa dengan korban tersebut sekitar satu Minggu nan lalu. Saksi mengetahui jika korban sebelumnya sudah pernah ribut sebanyak dua kali, lantaran pacarnya ketahuan selingkuh," ujarnya.
Sementara itu, saksi berinisial DP mengungkapkan dirinya baru menjalin hubungan dengan pelaku selama tiga hari. Keduanya berkenalan di tempat kerja saksi, ialah sebuah tempat bilyard di Jalan Pura Demak, Kecamatan Denpasar Barat.
DP mengaku sempat diajak pelaku menginap di bilik kos nan menjadi letak kejadian pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, dia mencium aroma tidak sedap dari dalam kamar, tetapi tidak mengetahui sumber aroma tersebut.
Beberapa hari kemudian, tepatnya Selasa (14/7/2026), DP sempat menanyakan aroma tersebut kepada pelaku. Namun, pelaku justru marah dan memukul tembok sembari berkata, "Ngapain Anda tanya."
Berdasarkan keterangan pengelola indekos berinisial MA, korban AS diketahui telah tinggal di letak tersebut sejak Maret 2025 berbareng pacarnya nan sekarang menjadi pelaku.
Saat ditemukan, jenazah korban berada di lantai bilik kos dalam posisi tengadah. Tubuh korban tertutup boneka mainan dan karpet nan terlipat rapi. Kondisi jenazah telah mengalami pembengkakan, pembusukan, menimbulkan aroma menyengat, serta kulit ari mengelupas.
Polisi menyebut tidak ditemukan luka terbuka lantaran kondisi jenazah telah mengalami pembusukan. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar.
"Jenazah korban rencananya bakal dilakukan autopsi pada Kamis hari ini di RSUP Prof Ngoerah Denpasar," ujarnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·