Tangerang, CNN Indonesia --
Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan teknik water bombing menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah dilakukan pada Rabu (1/7) sore. Meski demikian, kobaran api tetap terlihat di sejumlah titik.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, helikopter tiba sekitar pukul 16.55 WIB dan langsung melakukan penyiraman air ke titik-titik api nan berada di bagian utara TPA. Titik tersebut merupakan area nan susah dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran melalui jalur darat.
Helikopter mengambil pasokan air dari sebuah waduk nan berada tidak jauh dari letak kebakaran sebelum kembali melakukan penyiraman. Proses water bombing berjalan sekitar 20 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah dilakukan pemadaman dari udara, api belum sepenuhnya sukses dipadamkan. Hingga Rabu malam, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang tetap berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik nan tetap menyala.
Kepulan asap tebal juga tetap membumbung tinggi dari area TPA dan menyebar hingga ke permukiman penduduk di sekitarnya. Proses pemadaman dari udara pun menjadi perhatian penduduk nan memadati area sekitar letak untuk menyaksikan operasi helikopter.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, selain mengandalkan water bombing, BNPB juga tengah mempersiapkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna membantu mempercepat proses pemadaman.
"BNPB juga menyiapkan dua unit kelak TMC. Sehingga saya perlu ada awan untuk menyirami garam," ujar Djohan di letak kebakaran.
Ia menjelaskan, saat ini BNPB tetap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi atmosfer sebelum operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan.
"Kita menunggu dari BMKG apakah ada awan di atas, lantaran TMC itu kan modifikasi cuaca," jelasnya.
Sebagai informasi, kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga Rabu malam, api tetap belum sukses dipadamkan sepenuhnya sehingga proses penanganan terus dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara.
(dod/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·