Ilustrasi(magnific)
DEMAM Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Namun, tingkat fatalitas penyakit ini rupanya tidak merata. Mereka nan mempunyai penyakit penyerta alias komorbiditas sekarang berada di garis depan risiko, dengan potensi komplikasi nan jauh lebih berat dibandingkan pasien tanpa riwayat penyakit kronis.
Para mahir menekankan bahwa kondisi komorbiditas secara signifikan memperlemah sistem kekebalan tubuh dan menurunkan keahlian organ vital dalam merespons jangkitan virus dengue. Akibatnya, tubuh penderita komorbid kudu bekerja ekstra keras, nan sering kali justru mempercepat perburukan kondisi klinis.
Data Risiko Komplikasi Berdasarkan Jenis Komorbid
Sejumlah penelitian menyoroti hubungan kuat antara jenis penyakit penyerta dengan tingkat keparahan DBD. Berikut adalah ringkasan akibat nan dihadapi oleh golongan rentan:
| Hipertensi | 2 hingga 3 kali lebih tinggi mengalami dengue berat |
| Asma | 2 kali lipat akibat komplikasi serius |
| Obesitas (Anak) | 1,5 kali lebih tinggi akibat jangkitan berat |
| Diabetes Melitus | 3 hingga 5 kali lipat akibat kematian |
| Penyakit Ginjal Kronis | Hingga 7 kali lipat akibat kematian |
Selain daftar di atas, penderita penyakit paru kronis dan penyakit jantung iskemik juga dilaporkan mempunyai akibat kematian nan meningkat secara signifikan. Salah satu ancaman terbesar adalah Dengue Shock Syndrome (DSS), di mana terjadi kebocoran plasma nan menyebabkan tekanan darah turun drastis dan kegagalan organ.
Strategi Pencegahan dan Deteksi Dini
Mengingat tingginya akibat fatalitas, golongan dengan komorbiditas diimbau untuk menerapkan protokol pencegahan nan lebih ketat. Selain menjaga kebersihan lingkungan melalui aktivitas 3M Plus, pemantauan kesehatan rutin dan pengobatan penyakit penyerta sesuai rekomendasi master menjadi kunci utama.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap indikasi awal DBD nan meliputi:
- Demam tinggi mendadak
- Nyeri kepala dahsyat dan nyeri otot
- Mual dan muntah
- Munculnya tanda-tanda perdarahan
Vaksinasi sebagai Perisai Tambahan
Kabar baik datang dari sektor preventif medis. Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PERDOKI) sekarang merekomendasikan vaksinasi dengue bagi orang dewasa dengan komorbiditas tertentu, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan asma.
Vaksinasi ini juga diprioritaskan bagi golongan pekerja dengan mobilitas tinggi di area endemis, seperti:
Kelompok Prioritas Vaksinasi: Pekerja lapangan, petani, tenaga kesehatan, pekerja sektor pariwisata, serta masyarakat nan tinggal di wilayah perkotaan dengan tingkat endemisitas DBD tinggi.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi pilar baru dalam perlindungan kesehatan masyarakat, mendampingi upaya pengendalian nyamuk dan pola hidup sehat nan sudah ada. Dengan penemuan awal dan perlindungan vaksin, akibat komplikasi berat akibat DBD pada golongan rentan diharapkan dapat ditekan secara signifikan. (cegah DBD/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·