Waspada! Kolesterol Tinggi Sering Muncul tanpa Gejala

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Waspada! Kolesterol Tinggi Sering Muncul tanpa Gejala Kolesterol tinggi sering tanpa gejala. Kenali tanda komplikasinya.(Dok. RS UI)

KADAR kolesterol tinggi dalam darah sering kali tidak menunjukkan indikasi bentuk nan nyata hingga terjadi komplikasi serius. Satu-satunya langkah paling jeli untuk memastikan kondisi ini adalah melalui tes darah alias pemeriksaan profil lipid secara rutin.

Dilansir dari Mayo Clinic, meskipun sering dijuluki sebagai "silent killer", beberapa tanda bentuk dapat muncul andaikan kadar kolesterol sudah sangat tinggi alias mulai menyebabkan komplikasi pada organ tubuh. Berikut adalah beberapa indikasi nan perlu diwaspadai:

  1. Tanda Gangguan Jantung: Munculnya nyeri dada (angina), sesak napas, keringat dingin, serta nyeri nan menjalar hingga ke lengan alias rahang.
  2. Gejala Stroke: Wajah tampak mencong, bicara menjadi pelo, serta adanya kelemahan alias kebas pada salah satu sisi tubuh.
  3. Penyakit Arteri Perifer: Nyeri pada betis saat berjalan, kaki terasa dingin, alias adanya luka di area kaki nan susah sembuh.
  4. Xanthelasma dan Xanthoma: Adanya benjolan alias bercak kuning pada kelopak mata, kulit, alias area tendon.
  5. Arcus Senilis: Munculnya cincin berwarna putih alias abu-abu di tepi kornea mata, terutama jika terjadi pada usia muda.

Kelompok orang dengan aspek akibat tertentu disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih dini.

Faktor akibat tersebut meliputi riwayat family dengan kolesterol tinggi alias serangan jantung dini, penderita diabetes, hipertensi, obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, serta pola makan tinggi lemak jenuh.

Langkah paling kondusif untuk menjaga kesehatan adalah dengan melakukan tes profil lipid nan mencakup pemeriksaan kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida. Segera konsultasikan hasil tes tersebut dengan master untuk mendapatkan interpretasi medis sesuai profil akibat pribadi Anda.

Kolesterol tinggi nan tidak terkontrol secara signifikan meningkatkan akibat penyakit jantung koroner dan stroke. Oleh lantaran itu, penemuan awal melalui pemeriksaan laboratorium menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi fatal di masa depan. (Mayo Clinic/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia