Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati(MI/Kristiadi )
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya berbareng Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan maraknya investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) terlarangan di wilayah Priangan Timur. Langkah ini diambil menyusul tingginya nomor laporan masyarakat mengenai aktivitas finansial nan merugikan tersebut.
Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengungkapkan bahwa ancaman pinjol ilegal dan investasi bodong di Priangan Timur tergolong tinggi dibandingkan wilayah lain. Berdasarkan info periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 494 kasus nan dilaporkan masyarakat.
"Praktik investasi terlarangan dan pinjaman online tidak berizin semakin marak dengan iming-iming untung instan. Masyarakat di pelosok wilayah sering kali menjadi sasaran utama," ujar Nofa Hermawati, Selasa (2/6).
Dominasi Kasus Judi Online dan Pinjol
Dari total 494 laporan nan masuk selama triwulan pertama tahun 2026, kebanyakan kasus didominasi oleh persoalan gambling online dan pinjaman online. Secara rinci, pengaduan terdiri dari:
- Pinjaman online (pinjol): 201 kasus
- Pegadaian, koperasi, dan simpan pinjam: 119 kasus
- Perbankan: 117 kasus
- Pembiayaan: 54 kasus
- Asuransi: 3 kasus
Meski nomor laporan cukup tinggi, OJK Tasikmalaya menyatakan telah sukses menyelesaikan pengaduan perkara dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76%.
Catatan Satgas PASTI: Saat ini Satgas sedang menangani 6 lembaga investasi terlarangan nan diduga bermasalah di wilayah Priangan Timur.
Penguatan Literasi dan Kinerja Perbankan
Nofa menekankan bahwa pencegahan tidak hanya berjuntai pada penindakan norma oleh kepolisian dan kejaksaan, tetapi juga pada penguatan literasi finansial masyarakat. OJK berkomitmen membangun sistem penemuan awal dengan melibatkan organisasi akar rumput, sekolah, hingga kampus.
Di sisi lain, meski dibayangi maraknya aktivitas finansial ilegal, sektor perbankan di Priangan Timur tetap menunjukkan tren positif. Aset perbankan mengalami kenaikan 3,78% secara tahunan (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,91%, dan penyaluran angsuran meningkat 1,89%.
"Ketahanan modal perbankan di Priangan Timur juga dinilai sangat kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di nomor 24,48%. Ini cukup kuat untuk menopang penyaluran angsuran ke depan," tambah Nofa.
OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas lembaga finansial sebelum melakukan investasi alias meminjam dana. Perlindungan konsumen bakal efektif jika ada kerjasama antara regulator, penegak hukum, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola finansial secara bijak. (AD/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·