
Ilustrasi akibat asap karhutla bagi ibu dan janin. (Foto: dok senivpetro/Magnific)
JAKARTA - Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan kabut asap nan rawan untuk kesehatan masyarakat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi ibu mengandung lantaran paparan asap berpotensi memengaruhi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.
Dokter ahli obstetri dan ginekologi (SpOG), dr. Emir Fakhrudin, menjelaskan bahwa asap kebakaran mengandung partikel lembut dan karbon monoksida nan membahayakan kesehatan. Paparan polusi tersebut berpotensi mengganggu suplai oksigen nan dibutuhkan janin selama berada di dalam kandungan.
Partikel lembut dari asap kebakaran dapat memicu kerusakan sel-sel tubuh. Sementara itu, karbon monoksida bisa mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat dibandingkan oksigen, sehingga mengurangi keahlian darah membawa oksigen ke jaringan tubuh. Jika paparan polusi berjalan terus-menerus, akibat gangguan kehamilan perlu diwaspadai.
Salah satu akibat nan dapat meningkat adalah kelahiran prematur alias bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Paparan polusi udara juga meningkatan akibat berat badan lahir rendah, ialah ketika bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram.
Karena itu, ibu mengandung nan tinggal di wilayah terdampak karhutla disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan. “Kalau terpaksa banget kudu keluar, bisa pakai masker N95 alias KN95,” ujar dr. Emir, dikutip dari unggahan TikTok-nya, Senin (19/10/2026).
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·