Wamendagri Ribka Optimistis Dana Otsus Papua Tahap I Tuntas Pekan Ini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan penyaluran tahap pertama Dana Otonomi Khusus (Otsus) di wilayah Papua telah mencapai 95 persen. Pemerintah optimistis realisasi penyaluran bakal segera tuntas dalam waktu dekat.

Optimisme tersebut disampaikan Ribka usai memimpin rapat percepatan penyaluran Dana Otsus di lima pemerintah wilayah nan digelar secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (7/4).

Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar wilayah di Papua telah menerima transfer biaya tahap pertama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 46 wilayah di Papua, 95 persen ini sudah terealisasi, artinya dananya sudah di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah)," ujarnya.

Meski demikian, tetap terdapat lima wilayah nan penyalurannya belum rampung, ialah Provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Manokwari, dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Ribka menegaskan, hambatan nan terjadi berkarakter administratif dan teknis sehingga tidak menghalang secara signifikan proses penyaluran.

Untuk mempercepat penyelesaian, pemerintah pusat berbareng tim percepatan nan melibatkan Kementerian Keuangan, Kemendagri, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mengidentifikasi persoalan di masing-masing daerah. Ribka pun meyakini seluruh hambatan tersebut dapat segera diselesaikan.

"Estimasi dalam minggu ini, saya percaya sekali, dalam minggu ini 5 wilayah ini bakal terselesaikan," tegasnya.

Lebih lanjut, Ribka menyebut bahwa perbaikan tata kelola Dana Otsus terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Ia berambisi koordinasi antara pemerintah pusat dan wilayah dapat terus ditingkatkan agar penyaluran tahap pertama sebesar 30 persen dapat dilakukan tepat waktu.

Ribka juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi penyaluran tahap berikutnya nan direncanakan berjalan pada Juni alias Juli, serta tahap ketiga pada November.

"Mudah-mudahan nan bakal kita urus ke depan itu adalah gimana kualitas laporannya kudu lebih baik, dan terukur kemudian tepat sasaran," jelasnya.

Selain itu, dia menekankan bahwa Dana Otsus mempunyai peran strategis dalam mendukung beragam sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur.

Oleh lantaran itu, pemanfaatannya kudu tepat sasaran dan memberikan akibat nyata bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Di sisi lain, Ribka menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan biaya tersebut. Pemda diminta untuk menyampaikan info penggunaan biaya secara terbuka kepada publik.

"Kemudian, ya pemanfaatannya minimal kudu ter-publish ke publik, agar masyarakat itu tahu Dana Outsus itu ke mana, ini wajib, transparansi info publik ini krusial sekali," pungkasnya.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional