Indeks saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup melemah pada Senin (13/7). Hal ini terjadi usai Presiden Donald Trump mengumumkan bakal kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (14/8), pada penutupan perdagangan indeks Dow Jones turun 138,31 poin alias 0,26 persen menjadi 52.498,70. Indeks S&P 500 melemah 59,92 poin alias 0,79 persen menjadi 7.515,47, sedangkan Nasdaq Composite merosot 408,43 poin alias 1,55 persen menjadi 25.873,18.
Langkah Trump tersebut memicu lonjakan nilai minyak dan mendorong penanammodal mengurangi kepemilikan aset berisiko terutama saham teknologi.
Di antara tiga indeks utama Wall Street, Nasdaq nan didominasi saham teknologi mencatat penurunan terbesar, disusul S&P 500. Sementara itu, pelemahan Dow Jones tertahan oleh penguatan saham-saham sektor daya nan terdorong lonjakan nilai minyak akibat terganggunya lampau lintas pelayaran di Selat Hormuz.
"(Pasar saham) betul-betul mencapai puncaknya pada akhir Mei, terutama didorong oleh saham semikonduktor. Ketika suatu aset naik terlalu jauh dan terlalu cepat, orang mulai mempertanyakan seberapa berkepanjangan kenaikan tersebut," kata Senior Portfolio Manager GLOBALT Thomas Martin.
Di samping itu, pelaku pasar juga bersiap menghadapi pekan nan dipenuhi agenda krusial mulai dari musim laporan finansial emiten, rilis info ekonomi hingga kesaksian Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Kongres AS.
Adapun Kevin Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian semesterannya nan pertama di hadapan Kongres AS pada Selasa dan Rabu. Dalam kesempatan itu, dia diperkirakan bakal mendapat pertanyaan mengenai akibat inflasi akibat perang AS-Iran serta arah kebijakan moneter The Fed.
Di tengah tren kepintaran buatan (AI) dalam beberapa bulan terakhir, saham-saham chip condong memimpin baik saat reli maupun koreksi. Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) menjadi sektor dengan keahlian terburuk dengan saham SanDisk, Marvell Technology dan Intel masing-masing ambruk antara 6,1 persen hingga 12,6 persen.
Sementara itu, saham SK Hynix nan diperdagangkan di AS turun 9,3 persen setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 12 persen pada debutnya di Nasdaq.
Di NYSE, jumlah saham nan turun melampaui saham nan naik dengan rasio 1,63 banding 1. Tercatat 152 saham mencetak level tertinggi baru dan 190 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 1.592 saham naik dan 3.178 saham turun alias sekitar dua saham melemah untuk setiap satu saham nan menguat. Volume perdagangan di seluruh bursa AS mencapai 15,91 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir nan mencapai 21,83 miliar saham.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·