Walkot Jogja Akan Temui Ahli Waris soal Penjualan Rumah Prof Sardjito

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengaku bakal mengobrol dengan Rektor UGM, Ova Emilia menyangkut rumah peninggalan pahlawan nasional cum Rektor pertama UGM, Prof dr M Sardjito nan bakal dijual mahir warisnya.

Selain Ova, Hasto turut berencana menemui pihak family mahir waris, apalagi kepala RSUP dr. Sardjito.

"Dalam waktu dekat ini saya mau ketemu keluarganya dulu, saya juga mau obrolan dengan bu rektor alias juga kepala rumah sakit Sardjito untuk obrolan tentang ini," kata Hasto saat dihubungi, Jumat (15/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah warisan Sardjito ini berlokasi di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Pihak kerabata mengaku rumah itu rencanannya dijual ke pihak mengenai demi pelestarian warisan budaya nan lebih memadai.

Hasto mengaku pernah mendengar soal rumah peninggalan Sardjito berstatus warisan budaya ini, meski diakuinya selama ini gedung tersebut belum jadi atensi Pemkot Yogyakarta.

Dia bilang, rumah tersebut memang pernah ditawarkan kepada Pemkot Yogyakarta walaupun bukan lewat jalur resmi.

Wali kota berpendapat, rumah tersebut baiknya memang diakuisisi pemerintah alias UGM maupun RSUP dr. Sardjito.

Hasto berpendapat demikian, lantaran rumah bergaya Indische itu menyimpan nilai historis, jejak perjalanan intelektual sekaligus sejarah panjang bumi pendidikan dan kesehatan di Yogyakarta.

Apalagi, di situ juga menjadi tempat lahirnya upaya family nan cukup legendaris ialah obat tradisional peluruh baru urin 'Calcusol' produksi PT. Perusahaan Jamu Tradisional (PJT) Dr. Sardjito.

Hanya saja, bagi Pemkot Yogyakarta sendiri belum memungkinkan untuk melaksanakan pengadaan lahan alias gedung dengan anggaran 2026 nan sudah bergulir.

"Tapi kan kita memandang dulu keahlian finansial alias kita obrolan bersama," tegas Hasto.

"Saya ikut berambisi mudah-mudahan tidak dibeli perorangan, saya ikut berambisi tidak ke swasta," sambungnya.

Menurutnya, Pemkot Yogyakarta juga sebenarnya bisa ikut andil dalam pelestarian gedung nan diklaim sebagai warisan budaya tersebut dengan menggunakan biaya keistimewaan (danais). Tapi, itu pun kudu melalui pengajuan terlebih dulu kepada Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

"Kita mendengar pernah, tahu (rumah peninggalan Sardjito), tapi tidak menyangka ini kemudian mau dijual," ujar Hasto.

Sebelumnya diberitakan para mahir waris dan kerabat dekat Pahlawan Nasional itu sudah sepakat untuk melepas rumah tersebut dengan argumen untuk perawatan dan pelestarian gedung nan lebih memadai.

Kerabat Sardjito yang sekarang menghuni rumah itu, Budhi Susanto (70) mengaku telah menawarkan gedung serta lahan warisan kepada 10 pihak. Dua di antaranya adalah UGM dan UII.

Lalu ada pula mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, hingga sejumlah pengusaha serta dokter.

Dari semua pihak itu, Budhi paling berambisi UGM alias UII bersedia membeli rumah tersebut. Ia membayangkan rumah itu kelak menjadi museum Sardjito, alias apalagi kembali difungsikan sebagai rumah dinas rektor.

Sardjito sendiri selain dikenal sebagai pahlawan nasional RI, juga pernah menjabat selaku rektor pertama UGM dan rektor ketiga UII.

"Paling mulia rumah ini dipakai kediaman pribadi alias dibeli UGM alias UII dipakai rumah sejarah. Kalau UGM jelas bisa dipakai rumah dinasnya antar Rektor, jika UII kelak terserah apa wong dulu Pak Sardjito jadi Rektor UII ya kan," harapnya.

Budhi enggan menyebut nilai pasti rumah tersebut.

"Ya M (miliar) lah," ucap Budhi.

Dengan letak strategis di pusat kota, dia percaya rumah itu tetap mempunyai banyak peminat. Namun ada satu perihal nan mau betul-betul dia hindari: rumah itu berubah menjadi kafe seperti bangunan-bangunan di sekitarnya.

"Ya tentunya (setelah pindah tangan) direnovasi dengan baik ya. Atau dipakai Museum Profesor dr. Sardjito ya. Atau dipakai rumah hormat sosial semacam Puskesmas. Jadi tiga-tiganya tuh rohnya Pak Sardjito semua," katanya.

(kum/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional