Wali Kota Kupang Christian Widodo didampingi didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Elia Carolina Tiara,menerima audiensi Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kupang, Senin (22/6).(dok Prikopim Kota Kupang)
WALI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dr. Christian Widodo, menggagas pembentukan rumah kerjasama bagi generasi muda sebagai wadah untuk berkumpul, berdiskusi, berganti ide, dan membangun jejaring lintas organisasi di Kota Kupang.
Gagasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kupang, Senin (22/6).
Dalam pertemuan itu, Wali Kota nan didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Elia Carolina Tiara, menyatakan support penuh terhadap penyelenggaraan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Instruktur Cabang (PIC) PMII Cabang Kupang nan bakal berjalan pada 1–7 Juli 2026. Kegiatan kaderisasi tingkat nasional tersebut bakal diikuti peserta dari beragam wilayah di Indonesia.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Kupang selalu siap dan terbuka untuk mendukung aktivitas anak-anak muda. Untuk aktivitas ini, saya siap hadir,” kata Christian Widodo.
Dalam perbincangan nan berjalan hangat, Wali Kota juga merespons beragam pendapat nan disampaikan PMII mengenai pengembangan kepemudaan di Kota Kupang. Salah satu usulan nan mendapat perhatian unik adalah pembentukan wadah kerjasama bagi kaum muda sebagai ruang bertemu, berdiskusi, berganti gagasan, dan membangun jejaring lintas organisasi maupun komunitas.
Menurutnya, rumah kerjasama pemuda tidak kudu diwujudkan melalui pembangunan gedung baru. nan terpenting adalah tersedianya ruang nan dapat dimanfaatkan berbareng oleh beragam komponen kepemudaan untuk mengembangkan kreativitas, menyampaikan aspirasi, dan melahirkan beragam pendapat inovatif.
“Rumah kepemudaan tidak kudu selalu dalam corak gedung baru. nan paling krusial adalah adanya ruang bagi anak-anak muda untuk berkumpul, berdiskusi, menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, dan melahirkan gagasan-gagasan kreatif. Kita bisa memanfaatkan ruang nan ada di instansi wali kota, rumah jabatan, alias akomodasi pemerintah lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendapat tersebut bakal segera dikoordinasikan dengan perangkat wilayah terkait, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, sehingga dapat menjadi wadah kolaboratif nan inklusif dan berkepanjangan bagi seluruh organisasi serta organisasi pemuda di Kota Kupang.
Selain membahas pengembangan kepemudaan, Christian Widodo nan juga menjabat Ketua Umum KONI Kota Kupang menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan olahraga prestasi menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 nan bakal digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang berbareng KONI terus berupaya meningkatkan support bagi bagian olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana latihan, pemenuhan kebutuhan atlet, hingga pembinaan nan berkelanjutan.
“Kita mau atlet-atlet Kota Kupang mempunyai kesempatan nan sama untuk berkembang dan berprestasi. Karena itu pembinaan kudu dilakukan secara serius dan berkelanjutan, apalagi kita sedang menyongsong PON XXII Tahun 2028 nan bakal menjadi momentum berhistoris bagi NTT,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan PMII Cabang Kupang, Farqhih Pradana, menyampaikan apresiasi atas support nan diberikan Pemerintah Kota Kupang terhadap agenda kaderisasi nasional PMII serta beragam pendapat pengembangan generasi muda nan dibahas dalam audiensi tersebut.
Menurut Farqhih, aktivitas PKL dan PIC merupakan forum strategis untuk mencetak kader PMII nan mempunyai kapabilitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan keahlian menjadi pemasok perubahan di tengah masyarakat.
“Kami memandang Pemerintah Kota Kupang mempunyai perhatian nan besar terhadap pengembangan generasi muda. Dukungan ini menjadi daya positif bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pembangunan wilayah melalui aktivitas kepemudaan, pendidikan kader, dan beragam aktivitas sosial kemasyarakatan,” ujarnya. (Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·