Surabaya, CNN Indonesia --
Video nan memperlihatkan petani diangkut menggunakan drone pertanian saat pulang-pergi dari lahan perkebunan viral di media sosial usai diunggah lewat akun TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1. Namun pemilik akun mengungkap, unggahan itu sebenarnya sekadar konten usil belaka.
Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), nan merupakan pemilik akun tersebut, mengatakan video itu direkam di salah satu lahannya di area Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, baru-baru ini.
Budianto nan merupakan penduduk asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini bercerita, sebelumnya dia sempat mengunggah sejumlah konten drone nan mengangkut pupuk dan bibit di perkebunannya, namun sunyi fans dan tak mendapat banyak tanggapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya dia usil merekam dan mengunggah momen drone nan sedang mengangkut pekerja pulang dari sawah. Tak disangka, video itu justru viral, ditonton jutaan kali dan dibagikan ulang ribuan kali.
"Itu sebenarnya buat konten saja. Itu sebenarnya ya iseng-iseng saja. 'Eh, coba-coba ini angkut saya [pekerja] kuat enggak? Wah, beratmu [pekerja] kan cuman mungkin 60 kg sampai 70 kg diangkut ya bisa nyampe sana ya bisa," kata Budianto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).
Ia mengaku kaget videonya mendadak ramai dikomentari warganet, jauh berbeda dari konten-konten sebelumnya nan minim respons.
"Ternyata penuh, penuh komentar di situ. Waduh, lah ini TikTok ini beneran lah ini. Kok ini follower-nya banyak, komentarnya kok ribuan apalagi ini dilihat jutaan kali itu, Mas," ujarnya.
Meski berasal dari keisengan, Budianto menegaskan bukan dirinya nan tampak diangkut drone dalam video tersebut, melainkan kepala area sekaligus mitra kerjanya.
"Bukan saya nan naik drone. nan naik drone itu kepala pekerja area, itu mitra saya," katanya.
Budianto juga mengaku tetap memperhitungkan aspek keselamatan. Pekerja diangkut satu per satu meski drone sanggup membawa beban lebih berat.
"Tapi ya kita bakal mikir keamanan juga kan, Mas. Jadi satu-satu aja. Naiknya juga pelan, nurunkan juga pelan-pelan," ucapnya.
Ia juga menegaskan drone tersebut sebenarnya tidak dirancang untuk mengangkut manusia, sehingga hanya pekerja nan bersedia nan diangkat memakai perangkat itu, sementara pekerja lain tetap melangkah kaki menuju lahan.
Budianto menjelaskan, penggunaan drone itu bermulai dari kondisi lahan perkebunannya nan minim akses jalan. Lokasi itu disebutnya sebagai lahan tuan tanah nan belum pernah ditanami, berada di area berlumpur dekat pantai.
"Akses jalannya ini enggak bisa [sulit dilalui dengan kendaraan], soalnya enggak ada jalan," katanya.
Karena kendaraan konvensional maupun helikopter dianggap tak jadi solusi ideal, dia dan para mitra taninya akhirnya sepakat menggunakan drone pertanian berkapasitas besar.
"Jadi solusinya gimana? Masa kita pakai helikopter. Oh, enggak mungkin. Izinnya besar. Pakai apa? Pakai drone aja. Drone pertanian nan kapasitasnya besar," ucapnya.
Drone jenis Dji Agras T100 nan digunakan bisa mengangkut hingga 150 liter air alias beban 150 kilogram. Awalnya drone ini dipakai untuk mengangkut air dan pestisida, sebelum dimodifikasi untuk membawa pupuk, bibit, dan kebutuhan pertanian lain, termasuk, belakangan, digunakannya usil untuk mengantar pekerja pulang-pergi ke lahan.
(frd/fra)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·