
Lisa Healy salah diagnosis. (Foto: News Week)
KISAH pilu dialami seorang wanita asal Toronto, Kanada. Perempuan berjulukan Lisa Healy nan berumur 29 tahun kudu alami salah diagnosa.
Awalnya, Lisa didiagnosis mengalami depresi sejak dirinya tetap kecil. Alhasil, Lisa apalagi kudu minum obat selama 22 tahun lamanya. Namun belum lama ini terungkap, Lisa hanya mengalami kekurangan unsur besi.

1. Salah Diagnosis
Dilansir dari News Week, seorang wanita menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan mengira dirinya mengalami depresi. Lisa Healy awalnya mengalami kelelahan, merasa lemah, dan kerap kehabisan daya selama bertahun-tahun.
Kondisi tersebut pun disebut memengaruhi suasana hatinya hingga sering dianggap sebagai corak kesedihan dalam diri Lisa. Bekerja di bagian properti komersial, Lisa mengira tekanan pekerjaan menjadi penyebab kondisinya. Ia kemudian pindah ke Bali, Indonesia, dengan angan style hidup baru dapat membantu meredakan indikasi nan dialaminya.
Namun, perihal itu tidak berhasil. Lisa pun beru mengetahui saat sudah beranjak dewasa bahwa dirinya alami salah pemeriksaan penyakit. Selama ini, Lisa merasa lemas, lesu, hingga tak berenergi bukan lantaran depresi melainkan kekurangan unsur besi.
Menurut tim medis, kekurangan unsur besi dapat menyerupai indikasi depresi. Alhasil, kondisi ini bisa menyebabkan kesalahan diagnosis.
Gejala kekurangan unsur besi dan depresi dapat tumpang tindih. Di antaranya, ada kelelahan, daya rendah, susah berkonsentrasi, brain fog alias susah berpikir jernih, mudah tersinggung, gangguan tidur, sakit kepala, hingga penurunan keahlian melakukan aktivitas fisik.
2. Berawal dari Kondisi sang Ibu
Saat berada di Bali, Lisa menghabiskan waktu berbareng ibunya nan selama bertahun-tahun mengalami indikasi serupa. Lisa mengatakan bahwa kondisi ibunya berbeda. Ketika dirinya sering menangis dan merasa sangat lemah, sang ibu tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari.
Ibunya kemudian mengetahui bahwa tubuhnya mengalami masalah dalam memproses unsur besi. Kadar unsur besi dan ferritin dalam pemeriksaan darahnya sebenarnya normal. Namun, unsur besi tersebut tidak digunakan tubuh sebagaimana mestinya lantaran ada beberapa kekurangan nutrisi dan ketidakseimbangan hormon.
Lisa kemudian berpikir bahwa kondisi nan sama mungkin terjadi pada dirinya. Ia akhirnya berkonsultasi dengan master ahli endokrinologi. Setelah memandang kondisi Lisa dan beragam hasil pemeriksaan laboratoriumnya, master mendiagnosisnya dengan anemia laten, berbareng beberapa kondisi lainnya.
Menurut dokter, jika terdapat riwayat family mengenai gangguan dalam memproses unsur besi, kasus nan jarang seperti iron-refractory iron deficiency anemia alias anemia defisiensi besi nan susah ditangani dengan terapi unsur besi biasa dapat dipertimbangkan. Kondisi tersebut sangat jarang dan, jika dicurigai, memerlukan pertimbangan lebih lanjut oleh master ahli hematologi alias genetika.
3. Apa Itu Anemia Laten?
Lalu, ap aitu anemia laten? Ini terjadi ketika darah tidak mempunyai cukup hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu penyebab nan paling umum adalah kekurangan unsur besi.
Kondisi tersebut dapat membikin sel darah merah menjadi lebih mini dan pucat. Ada juga indikasi lain nan bisa timbul, seperti kelelahan, kelemahan, hingga sesak napas.
Seseorang juga dapat mengalami kekurangan unsur besi tanpa mengalami anemia. Dalam kondisi tersebut, kadar hemoglobin dalam pemeriksaan darah dapat tetap normal, tetapi persediaan unsur besi dalam tubuh rendah. Kondisi inilah nan terkadang disebut sebagai latent anemia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·