Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, praktik manipulasi laporan ekspor alias underinvoicing telah menyebabkan Indonesia kehilangan potensi penerimaan hingga 908 miliar dolar Amerika Serikat, alias sekitar 15 ribu triliun rupiah dalam 34 tahun terakhir.
Selengkapnya dalam program Squawk Box CNBC Indonesia (Rabu, 24/06/2026) berikut ini.
Add
source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·