Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran nan terjadi sejak akhir Februari hingga awal April 2026 tidak hanya mengguncang nilai daya global, tetapi juga menambah tekanan bagi pasar keuangan, khususnya di Asia. Meningkatnya ketegangan geopolitik membikin dolar Amerika Serikat kembali diburu sebagai aset nan dianggap kondusif alias safe haven, dan pada akhirnya menekan mata duit negara-negara Asia. Bank sentral di negara-negara asia pun turun tangan, intervensi penurunan mata duit masing-masing negara, nan pada akhirnya berakibat pada penurunan persediaan devisa. Lalu negara mana kah nan paling banyak menggelontorkan persediaan devisanya di periode Februari - Maret 2026?
Simak info selengkapnya dalam program Profit di CNBC Indonesia (Jumat, 10/04/2026) berikut ini.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·