Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di area Tanah Abang merupakan aset negara. Lahan ini rencananya bakal dimanfaatkan untuk pembangunan kediaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hal tersebut disampaikan Maruarar usai rapat koordinasi lintas lembaga nan digelar di Danantara berbareng BP BUMN, Kementerian ATR/BPN, Satgas Anti Mafia Tanah, hingga manajemen PT KAI.
Dalam rapat tersebut, mereka mengidentifikasi terdapat tiga letak lahan milik KAI di area Tanah Abang dengan total luas sekitar 4,3 hektare. Perinciannya, 1 letak Pasar Tasik seluas sekitar 1,3 hektare, dan 2 letak Tanah Abang Bongkaran sekitar 3 hektare berstatus lahan menggunakan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) nomor 17 dan 19.
Maruarar nan berkawan disapa Ara itu mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan pengecekan dan konsultasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk memastikan status lahan tersebut. Ia mengakui sempat terdapat perbedaan pandangan mengenai status lahan, namun pemerintah sekarang memastikan lahan tersebut merupakan aset negara.
"Jadi gini, waktu saya datang ke sana kami sudah konsultasi, kami percaya itu tanah negara. Tapi ada pihak lain nan tidak percaya itu tanah negara," ujar Ara saat konvensi pers di Wisma Danantara, Jumat (17/4/2026).
"Kan jika ada dua pihak berbeda, ya kita negara. Kita sudah cek, kita sudah konsultasi. Konsultasi untuk mengecek tanah itu aset negara alias tidak, tentu di ATR BPN," lanjutnya.
Rapat tersebut juga dilakukan dengan sepengetahuan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai bagian koordinasi lintas kementerian.
Dengan kepastian status lahan tersebut, Ara memastikan pembangunan kediaman masyarakat bakal segera berjalan. Ia mengungkapkan bahwa pihak swasta melalui program CSR, ialah PT Astra Internasional Tbk. (ASII) apalagi telah menyatakan kesiapan untuk membangun rumah susun di lahan tersebut.
"Ya kita bakal gunakan untuk kepentingan negara, kepentingan rakyat Indonesia. Sudah ada dari CSR Astra nan siap membangun rumah susun. Asetnya tetap punya kereta api," jelasnya.
Meski demikian, Ara menegaskan bahwa kepemilikan lahan tetap berada di tangan PT KAI sebagai aset negara.
"Sudah ada pihak nan mau membangun. Untuk siapa? Untuk masyarakat kita," katanya.
Pemerintah juga menegaskan langkah-langkah pengamanan lahan bakal dilakukan, termasuk melalui koordinasi dengan Satgas Anti Mafia Tanah.
Lebih lanjut, Ara menyebut pihaknya siap memasang plang di letak pada Senin depan sebagai corak pemberitahuan kepada masyarakat mengenai status lahan tersebut.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·