Jakarta, CNN Indonesia --
Satu orang tewas usai kapal transport Virgo 8 nan mengangkut 243 penumpang lenyap kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9) awal hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin I Putu Sudayana menyampaikan info tersebut dalam konvensi pers pada Minggu. Dia mengatakan 103 penumpang sukses dievakuasi.
"Dengan rincian TB Mahau 9 mengevakuasi 16 orang, 15 orang selamat, satu orang meninggal," kata Putu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Putu mengatakan TB Mahau 9 itu bakal membawa keenambelas orang tersebut ke Pelabuhan Tuban, Jawa Timur.
Selain mereka, TB TCP juga sukses mengevakuasi 38 penumpang dan MP Haida mengevakuasi 49 orang. Dengan demikian, total penumpang nan terevakuasi mencapai 103 orang.
Di kesempatan itu, Putu juga menyampaikan tantangan selama operasi pengamanan dan pencarian berlangsung. Menurut dia, gelombang di laut mencapai 2 hingga 2,5 meter. Kondisi ini rawan untuk kapal ukuran tertentu.
"Jadi sangat berisiko dan sangat riskan untuk kapal-kapal seperti kapal kami nan dimiliki Basarnas nan ukurannya 40 meter itu sudah sangat berisiko," ujar dia.
Namun, Putu menekankan tim bakal terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencari dan menyelamatkan para korban.
Kapal Virgo 8 lenyap kontak sekitar pukul 02.00 setelah sempat mengalami cuaca jelek dalam perjalanan. Kapal ini mengangkut 243 penumpang dan berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 WIB.
General Manager PT Virgo Yoel Rihi kemudian melapor ke Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA.
Posisi terakhir nan diterima berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Sebagai tanggapan, pada pukul 04.30 WITA Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan tim penyelamat. Badan ini juga berkoordinasi dengan beragam pihak dalam operasi pencarian dan pengamanan tersebut.
(nsa/dal)
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·