loading...
Terancam Badai Matahari. Foto/ Daily
LONDON - Bumi berpotensi diterjang serangkaian angin besar mentari menyusul letusan luar biasa di Matahari, termasuk gelombang masif plasma panas nan dikenal sebagai tsunami surya.
Fenomena cuaca antariksa ini dapat memicu angin besar geomagnetik dengan tingkat keparahan mulai dari ringan hingga kuat, sehingga meningkatkan kesempatan munculnya aurora nan memukau di wilayah-wilayah tertentu selama akhir pekan.
Prakiraan cuaca antariksa memprediksi bahwa hingga tiga lontaran massa korona (CME) bakal menghantam Bumi pada tanggal 9 dan 11 Oktober.
Peristiwa ini melibatkan pelepasan miliaran ton partikel bermuatan dan medan magnet ke luar angkasa, nan dapat memicu angin besar geomagnetik saat berinteraksi dengan medan magnet Bumi.
Badai nan diperkirakan terjadi berkisar antara kategori G1 (ringan) hingga G3 (kuat) pada skala angin besar geomagnetik.
Terdapat pula potensi munculnya aurora di wilayah-wilayah nan biasanya tidak mengalami kejadian sinar warna-warni ini. Namun, kemunculannya berjuntai pada kekuatan dan orientasi medan magnet nan dibawa oleh lontaran tersebut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·