Trump Ragukan Proposal Damai Iran, Ancam Serangan Bisa Dilanjutkan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers menyusul kejadian penembakan selama makan malam tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Sabtu (25/4/2026). Foto: Kylie Cooper/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meragukan proposal tenteram terbaru dari Iran dan membuka kemungkinan serangan militer kembali dilanjutkan jika Teheran “berperilaku buruk”.

Hal itu disampaikan Trump pada Sabtu (2/5) seraya menyebut dirinya sudah mengetahui konsep proposal Iran, tetapi tetap menunggu rincian finalnya.

Trump menjelaskan bahwa dia belum memandang isi komplit proposal tersebut, meski sudah diberi gambaran awal oleh timnya.

"Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka bakal memberikan saya redaksi lengkapnya sekarang," kata Trump, dilansir AFP.

Meski begitu, Trump langsung meragukan kesempatan proposal tersebut untuk diterima. Ia menilai Iran belum cukup "dihukum" atas tindakan mereka sejak revolusi 1979.

"Saya bakal segera meninjau rencana nan baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya susah membayangkan itu bisa diterima lantaran mereka belum bayar nilai nan cukup besar atas apa nan telah mereka lakukan terhadap kemanusiaan dan bumi selama 47 tahun terakhir," tulis Trump dalam akun Truth Social-nya, Minggu (3/5).

Ia juga menolak menutup kemungkinan serangan militer kembali dilakukan.

"Saya tidak mau mengatakan itu. Saya tidak bisa memberi tahu itu kepada reporter. Jika mereka berperilaku buruk, melakukan sesuatu nan buruk, kita lihat saja. Itu kemungkinan nan bisa terjadi," kata Trump.

Iran Tawarkan Skema Baru

Sementara itu dari pihak Iran, seorang pejabat senior menyebut proposal terbaru itu berisi langkah konkret untuk mengakhiri perang, termasuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan menghentikan blokade AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi berjumpa dengan Diplomat Senior Oman Najib Bin Yahya Al Balushi di Muscat, Oman, Sabtu (25/4/2026). Foto: Seyed Abbas Araghchi Via Telegram/HO via REUTERS

Dilaporkan Reuters, proposal tersebut juga mengusulkan agar pembahasan soal program nuklir ditunda ke tahap akhir negosiasi, demi membuka jalan kesepakatan lebih cepat.

Pejabat Iran mengatakan strategi ini sengaja dirancang untuk menciptakan suasana negosiasi nan lebih kondusif.

"Dalam kerangka ini, negosiasi mengenai rumor nuklir nan lebih kompleks dipindahkan ke tahap akhir untuk menciptakan suasana nan lebih kondusif," kata pejabat Iran kepada Reuters.

Selain itu, Iran meminta agunan bahwa AS dan Israel tidak bakal kembali melancarkan serangan jika perang dihentikan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan