Trump dan Xi Jinping(Nicolas ASFOURI / AFP)
PRESIDEN Donald Trump mengeklaim Presiden Xi Jinping menawarkan support untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz nan hingga sekarang tetap diblokade Iran sejak bentrok bersenjata dengan United States pecah pada 28 Februari lalu.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing, Jumat (15/5), di tengah agenda pembahasan kerja sama perdagangan dan rumor geopolitik antara dua negara dengan ekonomi terbesar di bumi tersebut.
Dalam wawancara berbareng Fox News di sela-sela kunjungannya, Trump menyebut Xi menyampaikan komitmennya untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
"Ia mau memandang Selat Hormuz kembali terbuka dan mengatakan, Jika saya bisa membantu dalam corak apa pun, saya mau membantu," kata Trump dilansir AFP, Jumat (15/5).
Trump juga mengeklaim bahwa Xi memberikan agunan bahwa Beijing tidak bakal mengirimkan perlengkapan militer untuk membantu Iran dalam bentrok nan melibatkan AS dan Israel.
"Ia mengatakan tidak bakal memberikan peralatan militer, dia menyampaikannya dengan sangat tegas," ujar Trump.
Selain membahas rumor keamanan kawasan, Trump menyatakan dirinya telah mencapai sejumlah kesepakatan jual beli besar dengan Xi selama kunjungan tersebut.
"Kami telah membikin beberapa kesepakatan perdagangan fantastis, bagus untuk kedua negara," kata Trump saat berada di kompleks pemerintahan Zhongnanhai.
Ia menambahkan bahwa kedua negara sukses menyelesaikan sejumlah perbedaan nan selama ini menjadi halangan dalam hubungan bilateral.
"Kami telah menyelesaikan banyak masalah perbedaan nan tidak bakal bisa diselesaikan oleh orang lain," ujarnya.
Meski demikian, Trump tidak merinci seluruh kesepakatan nan dimaksud. Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, dia menyebut salah satu capaian utama adalah komitmen Tiongkok untuk membeli 200 unit pesawat dari Boeing.
Selain itu, Trump mengatakan Tiongkok juga menyatakan minat untuk meningkatkan pembelian minyak serta kedelai asal Amerika Serikat.
Langkah ini dinilai krusial mengingat selama periode ketegangan dagang, Tiongkok sempat mengurangi impor kedelai dari AS dan mengalihkan pasokannya ke Brazil.
Di luar rumor perdagangan, Trump terus mendorong keterlibatan Tiongkok dalam membantu menyelesaikan ketegangan di Selat Hormuz nan sekarang menjadi salah satu titik panas bentrok antara AS dan Iran.
Sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan diplomatik, Trump kembali melontarkan pujian kepada Xi dengan menyebutnya sebagai pemimpin dahsyat dan menggambarkan Tiongkok sebagai teman.
Kunjungan Trump ke Tiongkok berjalan di tengah hubungan Washington dan Beijing nan tetap dibayangi persaingan di bagian perdagangan, teknologi, dan geopolitik.
Selain sektor ekonomi, kedua pemimpin juga membahas kesempatan kerja sama di bagian pertanian, penerbangan, serta pengembangan kepintaran buatan.
Sementara itu, Xi menyebut kunjungan Trump sebagai momentum krusial untuk memperkuat hubungan bilateral.
Menurut Xi, Tiongkok dan AS telah membangun hubungan bilateral baru nan lebih stabil dan berorientasi pada perbaikan relasi kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Xi juga berjanji bakal mengirimkan bibit tanaman untuk ditanam di taman Rose Garden di Washington sebagai simbol persahabatan antara kedua negara. (Fer)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·