Trump Ancam Naikkan Tarif Mobil Uni Eropa Jadi 25 Persen

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers menyusul kejadian penembakan selama makan malam tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Sabtu (25/4/2026). Foto: Kylie Cooper/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pada Jumat (1/5) bakal meningkatkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25 persen dari sebelumnya 15 persen pada mulai pekan depan.

Alasannya Uni Eropa tidak mematuhi perjanjian jual beli dengan Washington. Langkah ini memicu kecaman keras dari politisi dan golongan perdagangan Uni Eropa, dengan seorang ahli ekonomi menyerukan agar Brussel dan pemerintah Jerman memberlakukan tarif balasan.

“Berdasarkan kebenaran bahwa Uni Eropa tidak mematuhi perjanjian jual beli nan telah kita sepakati sepenuhnya, minggu depan saya bakal meningkatkan tarif nan dikenakan kepada Uni Eropa untuk mobil dan truk nan masuk ke Amerika Serikat,” tulis Trump di media sosial, dikutip dari Reuters pada Sabtu (2/5).

“Ia sepenuhnya dipahami dan disepakati bahwa, jika mereka memproduksi mobil dan truk di pabrik di AS, maka tidak bakal dikenakan tarif,” lanjut Trump.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa tarif nan lebih tinggi ini bakal memaksa produsen mobil Eropa untuk lebih sigap memindahkan produksi ke AS.

“Kami mempunyai kesepakatan jual beli dengan Uni Eropa. Mereka tidak mematuhinya. Jadi saya meningkatkan tarif mobil dan truk menjadi 25 persen, itu berfaedah miliaran dolar masuk ke Amerika Serikat, dan memaksa mereka memindahkan produksi pabrik lebih cepat,” katanya di Gedung Putih.

Mercedez-Benz CLS350 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Komisi Eropa pun dengan sigap menolak klaim Trump bahwa Brussel tidak mematuhi perjanjian jual beli musim panas lalu, dan menyatakan bakal mempertahankan beragam opsi untuk melindungi kepentingan Uni Eropa jika Washington melanggar ketentuan perjanjian.

Trump mengunggah kebijakan tarif tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Uni Eropa mengenai perang Iran serta penolakan negara-negara Eropa untuk mengirim angkatan laut guna membuka kembali Selat Hormuz.

Pekan ini, Trump juga menakut-nakuti bakal mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman, Italia, dan Spanyol, setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut AS 'dipermalukan' oleh Iran dalam upaya mengakhiri bentrok di Timur Tengah.

Kabar ini muncul bertepatan dengan libur 1 Mei di Eropa dan peluncuran perjanjian jual beli baru Uni Eropa, Mercosur, salah satu dari sejumlah kesepakatan nan dipercepat Brussel untuk meredam akibat tarif Trump dan volatilitas perdagangan.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan