Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta truk trailer nan tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, diproses dengan perlakuan nan sama seperti kasus truk tersangkut di JPO Tendean, Jakarta Selatan pada Selasa (14/7) lalu.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri aktivitas On-Ground Activation Integrity Fun Walk dan Integrity Booth bertema “5 Abad Kota Global: Birokrasi Bersih, Hadir Melayani” dalam rangka Kampanye Antikorupsi Serentak 2026 di area CFD Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).
“Yang pertama, untuk truk tentunya kami memperlakukan nan sama (seperti JPO Tendean). Apakah nan terjadi di Tendean dan juga waktu nan terjadi (saat ini). Saya bakal segera minta kepada OPD mengenai untuk melakukan pengecekan itu,” kata Pramono kepada wartawan.
Sebelumnya, truk pengangkut perangkat berat menabrak JPO di Tendean hingga JPO rusak, pada Selasa (14/7) awal hari. Pemprov DKI meminta perusahaan pemilik truk untuk tanggung jawab.
Truk trailer nan mengangkut tangki tersangkut di JPO depan Pasar Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, pada Minggu (16/8) awal hari.
Truk tersebut tersangkut ketika melaju dari arah PGC menuju TMII. Peristiwa itu terjadi tepat di depan Pasar Kramat Jati dan sempat menyebabkan kemacetan selama sekitar tiga jam.
Kemacetan akibat proses pemindahan membikin sejumlah pengendara mencari jalur pengganti dengan masuk ke area pasar.
Berdasarkan pantauan kumparan pada pukul 07.12 WIB, lampau lintas di sekitar JPO Kramat Jati telah kembali lancar. Tidak terlihat kepadatan kendaraan seperti saat proses pemindahan berjalan pada awal hari.
Kondisi JPO juga tidak menunjukkan kerusakan nan mencolok. Aktivitas kendaraan dan penduduk di sekitar Pasar Kramat Jati kembali melangkah normal.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·